Minggu, 21 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Potensi Pajak Penyewaan Villa di Cipanas, Capai Miliaran Rupiah

Mustofa

Sabtu, 25 Februari 2017 - 02:41 WIB

Foto: BC/Mustofa
Foto: BC/Mustofa
A A A

Pemkab Cianjur Kehilangan PAD

BERITACIANJUR.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, harus cepat membuat regulasi untuk pengenaan pajak bagi villa-vill yang disewakan, jika tidak ingin kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Saat ini banyak villa di kawasan Cipanas dan sekitarnya yang disewakan secara ilegal tanpa dikenakan pajak.

Estate Manager Kota Bunga, Cipanas, Franky Komonong sempat menghitung secara kasar, bahwa pajak villa di areal Kota Bunga yang disewakan secara ilegal oleh pemiliknya, dalam setahun bisa mencapai Rp4 Miliar lebih. Hal itu, dihitung jika setiap villa diasumsikan disewakan sebesar Rp500 ribu/hari.

"Ini nilai paling minim, karena sebenarnya tidak ada villa yang disewakan secara illegal itu kurang dari Rp500 ribu. Jika diambil pajaknya 10% dan dikalikan jumlah villa yang disewakan secara ilegal berapa banyak. Saat ini saja, sudah hampir mencapai 1.000 villa yang disewakan secara ilegal," kata Franky, saat dihubungi, Kamis (23/2/2017).

Franky menyebut, asumsi itu hanya dari satu komplek Kota Bunga saja, belum termasuk dari villa lainnya yang bertebaran di kawasan wisata Cipanas.

"Sebenarnya tinggal kemauan dari Pemkab Cianjur saja. Jika ingin pajak ini lose, ya tidak usah ditarik, toh penyewaanya juga ilegal. Tapi jika ingin meningkatkan PAD, ya harus ada keberanian dan regulasinya harus jelas," paparnya.

Selaku pengelola areal Kota Bunga, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, manakala pemilik villa menyewakan kepada pihak lain. Karena dari awal perizinan, villa di Kota Bunga hanya untuk hunian.

"Kami tidak pernah melegalkan villa itu disewakan, jelas itu menyalahi perizinan, karena sejak awal, perizinannya adalah untuk hunian, bukan untuk disewakan," tegasnya.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Cianjur, Atte Adha Kusdinan mengaku, siap jika ada regulasi yang mengharuskan penyewaan villa dikenakan pajak. Saat ini, ia mengaku, tengah merumuskan dengan Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga untuk regulasi pengenaan pajak villa yang disewakan tersebut.

"Dalam rangka peningkatan PAD, jelas villa yang disewakan itu harus dikenakan pajak. Saat ini, kami tengah koordinasi dengan Dinas Pariwisata, karena perizinannya berada di Pariwisata. Kami hanya selaku penagih pajaknya. Jika sudah ada izin, jelas akan dikenakan," tegasnya.

Diakuinya, sebenarnya bisa saja itu diterapkan pajak, seperti kos-kosan. Karena untuk saat ini, pajak kos-kosan sudah diatur.

"Bisa saja, seperti pajak kos-kosan. Tapi kita menunggu hasil dari Dinas Pariwisata, seperti apa regulasinya," jelasnya. (bis)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:50 WIB

Bulan Ini, Pasien Difteri Capai 15 Orang

PASIEN Difteri yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur jumlahnya terus bertambah. Sejak awal 2018, jumlah pasien penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung…

Aktualita 18/01/2018 08:10 WIB

BPLHD dan Penyidik Polda Jabar Datangi RSUD, Ada Apa?

SEGUDANG masalah terjadi di RSUD Sayang Cianjur. Tak hanya soal limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibiarkan menumpuk di ruangan terbuka, namun juga terdapat dua masalah besar lainnya yang hingga…

Aktualita 18/01/2018 08:05 WIB

Ini Pembohongan Publik, Wajib Diusut Tuntas

TERUNGKAPNYA kebohongan pernyataan pihak RSUD melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan…