Minggu, 25 Juni 2017 - Pukul 14:14

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

edukasi

Terapkan Metode Full Day Untuk Cetak Generasi Muslim Unggul

Oleh: Susi Susilawati - Kamis 03 September 2015 | 08:04 WIB

Terapkan Metode Full Day Untuk Cetak Generasi Muslim Unggul

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR – SMP Al-Mamoen merupakan satu diantara beberapa sekolah di Kabupaten Cianjur yang menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) full day. Hal tersebut ditujukan untuk membentuk generasi muslim yang unggul.

 

Kepala SMP Al-Mamoen Dede Muharamsyah mengatakan, kegiatan belajar mengajar di sekolah memadukan dua kurikulum, yakni dari dinas dan pesantren. Penggabungan dua kurikulum tersebut dimaksudkan untuk bisa mengembangkan kemampuan peserta didik secara seimbang.

 

“Artinya, siswa tidak hanya kuat dalam ilmu pengetahuan umum saja, melainkan kuat juga secara agamanya. Mulai dari akidah, taat beribadah, memiliki akhlak mulia serta berwawasan Alquran,” paparnya.

 

Hal ini dilakukannya, mengingat di era globalisasi sekarang ini, siswa dinilai begitu mudah menyerap informasi atau apapun yang ada. Karenanya, dengan pemberian materi dari dua kurikulum sekaligus, diharapkan bisa mengantisipasi informasi maupun pengaruh negatif.

“Dengan begitu, generasi muslin unggul akan terbentuk,” ucapnya.

 

Terkait dengan program full day, pihaknya mengaku juga punya tujuan tersendiri. Diantaranya, yakni mencegah perilaku menyimpang di kalangan pelajar yang rentan dilakukan sepulang sekolah.

 

“Dalam proses belajar mengajarnya, kita arahkan untuk mengembangkan potensi pendidikan dengan strategi pembelajaran kreatif dan inovatif. Caranya, menerapkan pembelajaran dua arah, maksudnya di kelas yang aktif tidak hanya guru tapi juga siswa,” paparnya.

 

Menyadari apa yang menjadi targetannya tidak bisa berdiri sendiri, karenanya dikatakannya, tenaga pendidik di SMP Al-Mamoen merupakan orang yang berkompeten di bidangnya.

 

“20 orang guru yang terdiri dari tenaga kependidikan dan pendidik di sini sudah atau diwajibkan minimal strata satu (S1) sehingga seimbang untuk menciptakan siswa yang berprestasi dalam masing-masing bidangnya,” tegasnya. (zul)

Komentar