Sabtu, 18 Nopember 2017 - Pukul 21:03

Jabatan, Amanah atau Aman Ah?
Kang Anton

Jabatan, Amanah atau Aman Ah?

FAKTA atau sekelumit masalah yang pernah terangkum di Berita Cianjur, menjadi perhatian bahkan membuat bingung masyarakat Cianjur. Pemimpinnya ada, tapi masalahnya seolah…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

retro

Wow, Ribuan Ibu Hamil Tercatat di Puskesmas Karangtengah

Oleh: cr8 - Minggu 26 Pebruari 2017 | 21:50 WIB

Wow, Ribuan Ibu Hamil Tercatat di Puskesmas Karangtengah

Foto: BC/cr8

BERITACIANJUR.COM - Hingga akhir Februari 2017, angka ibu hamil yang tercatat dalam Program Prencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) sebanyak 1.765 orang, dan ibu nifas 1.685 orang.


Data yang diperlihatakan Kasubbag TU Puskesmas Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Nani Rohaeni merupakan angka total dari 8 desa cakupan Puskesmas Kecamatan Karangtengah.


“P4K merupakan program dari dinas, yang merupakan salah satu cara menekan Angka Kematian Ibu (AKI) serta Angka Kematian Bayi (AKB). Stiker P4K digunakan untuk menandai, bahwa rumah tersebut terdapat Bumil (ibu hamil),” katanya.


Dia pun menambahkan, hal ini sesuai dengan Instruksi Bupati Nomor 1 tahun 2017 tentang Tindak lanjut gerakan penyelamatan ibu dan bayi lahir dalam upaya percepatan menurunkan AKI dan AKB di Kabupaten Cianjur.


“Tidak hanya Puskesmas yang mendapat instruksi, kecamatan hingga Pemerintah Desa juga mendapatkan instruksi. Jadi, pihak desa juga wajib turut berperan aktif dalam P4K ini,” imbuhnya.


Disinggung personel P4K, dirinya menjelaskan, memberdayakan bidan desa dan para kader posyandu dalam sosialisasi dan pendataannya.


“Pemerintah Desa harus membantu dalam pendataannya, biasanya melalui Kasie Kesra Desa , itu bukan kata saya, tetapi jika mengikuti instruksi bupati itu,” jelasnya.


Lanjut Novi, ibu hamil selain dipasangi stiker rumahnya juga akan mendapatkan buku kesehatan ibu dan anak dalam P4K. Buku berfungsi sebagai monitoring kesehatan ibu hamil dari kondisi mengandung hingga melahirkan. Selain itu, sambungnya, kondisi bayi pun akan terus dipantau hingga umur 59 bulan, sesuai dengan data yang diperlihatkannya. (rr)

Komentar