Senin, 29 Mei 2017 - Pukul 14:29

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Oleh: Apip Samlawi - Minggu 26 Pebruari 2017 | 23:48 WIB

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Siswa MA Arridho berhasil meraih Juara III dalam lomba Paskibra tingkat Provinsi Jawa Barat. (Foto: BC/Apip Samlawi)

BERITACIANJUR.COM - Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk motivasi diri demi tercapinya suatu impian.


Seperti halnya pasukan pengibar bendera (Paskibra) Madrasyah Aliyah (MA) Arridho, Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, saat mau mengikuti lomba Paskibra tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar), berangkat dari keprihatinan, ketidakpunyaan, tak memiliki pelatih handal, tak memiliki seragam, dan penunjang aksesoris lainnya. Namun biarpun dalam kondisi seperti itu, seluruh peserta Paskibra, guru pembina, dan guru-guru lainnya memiliki kepercayaan diri dan semangat yang tinggi.


Selama sebulan lebih, tiap sore Paskibra MA Arridho terus berlatih tanpa lelah di halaman sekolah, seminggu sebelum pelaksanaan lomba dimulai bahkan pakaian seragam pun masih belum punya, seakan mereka (Paskibra) putus asa dan sempat ingin mengurungkan niatnya, tetapi berkat dorongan seluruh guru, semangat dan percaya diripun akhirnya timbul kembali, akhirnya tiga hari sebelum pelaksanaan lomba, pakaian seragam yang dibelikan pihak sekolah pun datang.


Kendati pada pelaksanaan lomba Paskibra antar SMA/SMK, dan MA, Kepala MA Arridho tak bisa menghadirinya karena saat itu dirinya tengah melaksanakan ibadah haji hingga transpor untuk membawa Paskibra ke Cianjur hampir mengalami kesulitan, tapi nyatanya bisa tampil pula pada acara lomba Paskibra yang dilaksanakan di salah satu SMA ternama di Kabupaten Cianjur.


"Ternyata, tidak sia-sia biarpun berawal dari keprihatinan Paskibra MA Arridho mampu menjadi Juara III tingkat Provinsi Jawa Barat," ucap Salim Mudin, selaku Komandan Paskibra MA Arridho, dengan mata berkaca-kaca penuh haru.


Sementara itu, guru Pembina Eskul MA/MTs Arridho, Dina Rosdiana mengiyakan kondisi tersebut. Berawal dari keprihatinan, kata dirinya, tapi memiliki semangat yang tinggi, kekompakan antara seluruh siswa dengan guru, maka pada lomba Paskibra tingakat Provinsi Jabar mampu menyandang Juara III.


Sedangkan Juara I, dan Juara II, diraih Paskibra SMA/SMK dari luar Kabupaten Cianjur.


"Dengan adanya itu, kita merasa bangga dan patut bersukur karena MA Arridho mampu berbicara di tingkat provinsi, juga semoga saja kedepannya Paskibra Arridho ini bagi generasi penerusnya bisa lebih mampu lagi dalam meraih juara perama di tingkat Provinsi Jawa Barat," ujarnya penuh harap.


Menurut Adeng Setiawan, salah seorang guru MA Arridho menjelaskan, sebenarnya menjadi juara bukannya suatu tujuan akhir segalanya, tapi mengikuti lomba utamanya untuk melatih mental, wawasan, pengetahuan, dan pengalaman, untuk siswa itu sendiri yang akan membawa dampak positif terhadap sekolah.


"Sedangkan menjadi juara belum tentu abadi dan belum tentu mampu mempertahankannya sampai tahun berikutnya. Tapi pengetahuan, wawasan, dan pengalaman itu, sangat berarti bagi siswa itu sendiri," tutupnya. (rr)

Komentar