Sabtu, 19 Agustus 2017 - Pukul 19:47

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Pengobatan Ratna Dibantu Satlantas Polres Cianjur

Oleh: Angga Purwanda - Kamis 02 Maret 2017 | 19:40 WIB

Pengobatan Ratna Dibantu Satlantas Polres Cianjur

Foto: BC/Angga Purwanda

BERITACIANJUR.COM - Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Satlantas Polres Cianjur kembali melakukan kegiatan sosial, kali ini dengan membantu meringankan penderitaan Ratna (9), warga Kampung Jambudipa, Desa Jambudipa, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur.


Ratna yang diketahui merupakan anak kedua dari tiga bersaudara itu, telah mengalami kelumpuhan sejak masih berusia satu tahun.


Akibat keterbatasan ekonomi keluarganya, Ratna pun terpaksa menghabiskan hari-harinya di atas tempat tidur tanpa pernah mendapatkan perawatan medis.


Kapolres Cianjur melalui Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP R Erik Bangun Prakarsa mengatakan, melalui kegiatan Ops Simpatik Lodaya 2017 jajarannya berinisiatif untuk membawa Ratna ke RSUD Cianjur, guna mendapatkan pemeriksaan dari tim dokter.


"Ini merupakan bentuk kepedulian kami (Satlantas Polres Cianjur) untuk membantu masyarakat Cianjur, dalam mendapatkan pemeriksaan dan perawatan kesehatan," kata Erik, kepada wartawan, Kamis (02/03/2017).


Sementara itu, dr Risma Pasaribu, selaku dokter yang menangani pasien Ratna menyebutkan, pasien (Ratna) mengalami kelumpuhan diakibatkan kelumpuhan otak. Sehingga, ucap dirinya, kemungkinan pasien untuk kembali normal cukup sulit.


"Pasien mengalami kelumpuhan, akibat adanya kelainan pada otak. Namun, kami akan berusaha untuk memberikan terapi untuk mengurangi beban pasien," ucap Risma. (rr)

Komentar