Kamis, 17 Agustus 2017 - Pukul 16:55

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

cianjur selatan

Pejalan Kaki di Campaka Dambakan Trotoar

Oleh: Zenal Mustari - Kamis 03 September 2015 | 12:00 WIB

Pejalan Kaki di Campaka Dambakan Trotoar

pejalan kaki/zenal mustari/BC

BERITACIANJUR.COM, CAMPAKA – Kendati sudah diperbaiki, hingga terlihat mulus. Namun, keberadaan ruas Jalan Raya Warungbitung, Kecamatan Campaka sampai saat ini belum juga dilengkapi dengan trotoar. Kondisi tersebut khawatir dapat mengancam keselamatan jiwa terutama bagi para pejalan kaki seperti terserempet kendaraan misalnya.

 

Wulan Sapiah (15), pelajar kelas 9B SMPN I Campaka. Mengapresasi adanya perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur yang belakangan ini, giat memperbaiki ruas jalan di beberapa jalur terutama yang berdekatan dengan kantor pemerintahan seperti di ibukota Kecamatan Campaka.

 

Kendati begitu, dirinya mengaku masih belum merasa puas. Pasalnya, selama dalam melakukan pembangunan infrastruktur tersebut Pemkab belum memperhatikan nasib para pejalan kaki. "Saya juga butuh trotar," ucapnya saat ditemui ketika hendak pulang sekolah, selasa (2/9).

 

Wulan menambahkan, bagi para pelajar yang tidak memiliki kendaraan seperti dirinya. Mereka biasa berjalan kaki, ketika hendak berangkat dan pulang sekolah, meski selalu dihantui perasaan tidak nyaman karena takut terserempet atau tertabrak kendaraan.

 

"Kondisi jalan yang bagus seperti ini, bisa memancing  bagi para pengendara untuk ngebut. Sementara jalurnya tidak begitu lebar jadi wajar saja kalau saya merasa takut," imbuhnya.

 

Hal serupa pula dialami Mimi (43), guru SDN I Campaka. Dirinya biasa jalan kaki ketika berangkat dan pulang mengajar, sehingga berharap Pemkab secepatnya membangun trotar jalan.

 

"Entah kapan akan dibangun trotoar di sepanjang jalan, supaya para pejalan kaki merasa aman. Semoga saja dalam waktu dekat ini bisa segera terealisasi," harapnya kepada "BC" dalam kesempatan terpisah.

 

Mimi berharap, ke depannya Pemkab Cianjur bisa segera membangun trotoar yang cukup ideal bagi para pejalan kaki seperti trotoar yang ada di sepanjang ruas jalan Raya Cibeber ataupun ibukota Sukanagara. (rus)

Komentar