Senin, 19 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Karangtengah dan Sukaluyu Dikepung Banjir, Ratusan Hektare Sawah Rusak Parah

Apip Samlawi

Jumat, 03 Maret 2017 - 12:21 WIB

Foto: BC/Apip Samlawi
Foto: BC/Apip Samlawi
A A A

BERITACIANJUR.COM - Hampir tiap hari hujun terus menguyur kawasan Kecamatan Karangtengah, Sukaluyu, dan wilayah kecamatan lainnya di Kabupaten Cianjur, hingga mengakibatkan banjir bandang di setiap saluran Irigasi Primer, Sekunder, dan berbagai kali yang ada di setiap perdesaan, meluap ke permukinan warga serta merusak sejumlah fasilitas umum. Bahkan airnya masuk ke dalam rumah warga dan merusak puluhan hektare tanaman padi yang sebentar lagi mau di panen.

Informasi yang dihimpun, Kali Ciheulang yang mengalir di Desa Babakan Caringin, Kecamatan Karangtengah, mengalami banjir bandang dan airnya meluap ke permukiman warga Kampung Cirata RT 01 RW 06,  hingga masuk ke dalam rumah penduduk setinggi betis orang dewasa.

Sedangkan di Kampung Sindang Palay RT 02 RW 06, air menggenangi puluhan hektare sawah yang padinya sebentar lagi akan di panen dan mengalami rusak parah, juga menghancurkan sempadan Kali Ciheulang sepanjang 50 meter, dengan tinggi 2 meter, hingga airnya meluap ke tengah jalan setinggi paha orang dewasa dan arus lalulintas sempat putus selama 3 jam.

"Terjadinya banjir bandang itu diduga akibat saluran Kali Ciheulang sudah dangkal dan menyempit karena banyaknya bangunan yang tidak mematuhi aturan, dan banyaknya sampah plastik yang tiap hari dibuang warga yang berada di bagian hilir Kali Ciheulang," ucap Deni Setiabudi, selaku Kepala Desa babakan Caringin, Kecamatan Karangtengah.

Di tempat berbeda, Kaur Kesra Desa Sidangraja, Kecamatan Sukaluyu, Pimpin Alipin menjelaskan, di kawasan Desa Sukasirna, Desa Hegarmanah, dan Desa Sindangraja, ada beberapa saluran Irigasi Primer yang airnya sering meluap di saat musim hujan, seperti yang terjadi baru-baru ini saluran Irigasi Primer Cibalagung–Cikidang terjadi banjir bandang yang airnya meluap ke berbagai kampung, seperti luapan air yang masuk ke dalam rumah penduduk Kampung Tabrik, Lio, Sindangraja, dan kampung lainnya, tidak hanya itu saja, luapan air sempat naik ke tengah Jalan Tungturunan-jangari, hingga arus kendaran macet total selama 2 jam lebih.

Puluhan hektare tanaman padi yang mau di panen pun terendam banjir, hingga tanaman padinya rusak parah dan kurang lebih belasan ton padi yang baru selesai disabit yang ditumpuk di tengah sawah ludes hanyut terseret banjir bandang, dan dua hari sebelum terjadi banjir bandang, kurang lebih 3 hektare sawah yang berada di Desa Sindangraja, terserang hama wereng coklat.

Sering terjadinya banjir bandang yang airnya meluap ke permukiman warga, mengenangi puluhan hektare sawah, dan menutup dua ruas jalur jalan itu diakibatkan dangkal dan  menyempitnya saluran Irigasi Primer maupun saluran Irigasi Sekunder, dan diduga seluruh saluran irigasi yang berada di bagian hilir tertutup banguan berbagai pabrik yang menjejer di pinggir Jalan Raya Cicantu-Jonggol.

"Dengan begitu, diharapkan kepada Pemerintah Cianjur, khususnya pada Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaaan Umum (PU) Kabupaten Cianjur, mohon bantuan pengerukan dan pelebaran saluran Irigasi Primer maupun Sekunder, supaya kedepannya tidak terjadi lagi banjir bandang tiap tahun, karena kalau tidak segera dikeruk dan diperlebar maka musim hujan tahun depan akan terjadi banjir bandang lebih parah lagi," ujarnya. (rr)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 40 menit yang lalu

Kornas Jokowi Jabar Segera Lapor ke Kantor Staf Presiden

KORNAS Jokowi Jawa Barat, Isman Muslim mengancam akan melaporkan masalah pencatutan nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang diduga dilakukan pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur, ke Kantor…

Aktualita 45 menit yang lalu

Cianjur Kabupaten Tanpa Aturan?

SELAMA beberapa pekan terakhir ini, masyarakat Cianjur disuguhkan kabar seputar tindak tanduk pejabat pemerintah Kabupaten Cianjur yang begitu ‘hebat’, hingga membuat berdecak ‘kagum’.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Rd Siti Jenab Diusulkan Jadi Pahlawan Nasionla

Pakar sejarah Jawa Barat Profesor Nina Herlina Lubis bersama Lutfi Yondri dari Dewan Cagar Budaya Jabar, mengusulkan nama Rd Siti Jenab menjadi pahlawan nasional ke Pemkab Cianjur.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Kapolda Jabar Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni di Cianjur

KAPOLDA Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto melakukan kunjungan ke wilayah hukum Polres Cianjur, Sabtu (17/2/2018).

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Korem 061/SK Tanami Pohon Diwilayah Terdampak Longsor

Komando Resort Militer (Korem) 061 Suryakancana menanam bibit pohon akar wangi dan manii di wilayah yang terdampak bencana longsor di kawasan Puncak, Bogor. Pemilihan kedua bibit pohon itu, karena dianggap…

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Waspadai Hoax Jelang Pilkada Serentak

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Barat memaksimalkan patroli di dunia maya untuk menangkal munculnya pemberitaan bohong (Hoax, red) menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang…

Aktualita 15/02/2018 08:00 WIB

Masyarakat Ancam Laporkan Bupati ke Presiden

JELAS-jelas belum dilengkapi izin, namun pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka malah dianggap sebagai terobosan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, yang bertujuan untuk meningkatkan…

Aktualita 15/02/2018 07:55 WIB

Buruh Tani Cianjur Sambut Baik Lengsernya Iwan Cahmawan

Balai Pengembangan Benih Padi (BPBP) Cihea memasuki babak baru di tahun 2018 ini. Iwan Cahmawan yang selama 4 tahun lebih memimpin pengelolaan balai, akhirnya lengser dari jabatannya sebagai Kepala BPBP.

Cianjur Euy 14/02/2018 21:35 WIB

Pemkab Cianjur Dorong Pembangunan Jalur Puncak II

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur kembali mendorong pelaksanaan pembangunan Jalur Puncak II, mengingat kondisi jalur puncak I yang rawan longsor dan dinilai tidak cukup menampung volume kendaraan…

Cianjur Euy 14/02/2018 21:33 WIB

Dua Orang Calon Tenaga Kerja Ilegal Berhasil Dipulangkan

DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur kembali berhasil mengembalikan dua orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal asal Cianjur. Keduanya diketahui menjadi korban…