Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Karangtengah dan Sukaluyu Dikepung Banjir, Ratusan Hektare Sawah Rusak Parah

Apip Samlawi

Jumat, 03 Maret 2017 - 12:21 WIB

Foto: BC/Apip Samlawi
Foto: BC/Apip Samlawi
A A A

BERITACIANJUR.COM - Hampir tiap hari hujun terus menguyur kawasan Kecamatan Karangtengah, Sukaluyu, dan wilayah kecamatan lainnya di Kabupaten Cianjur, hingga mengakibatkan banjir bandang di setiap saluran Irigasi Primer, Sekunder, dan berbagai kali yang ada di setiap perdesaan, meluap ke permukinan warga serta merusak sejumlah fasilitas umum. Bahkan airnya masuk ke dalam rumah warga dan merusak puluhan hektare tanaman padi yang sebentar lagi mau di panen.

Informasi yang dihimpun, Kali Ciheulang yang mengalir di Desa Babakan Caringin, Kecamatan Karangtengah, mengalami banjir bandang dan airnya meluap ke permukiman warga Kampung Cirata RT 01 RW 06,  hingga masuk ke dalam rumah penduduk setinggi betis orang dewasa.

Sedangkan di Kampung Sindang Palay RT 02 RW 06, air menggenangi puluhan hektare sawah yang padinya sebentar lagi akan di panen dan mengalami rusak parah, juga menghancurkan sempadan Kali Ciheulang sepanjang 50 meter, dengan tinggi 2 meter, hingga airnya meluap ke tengah jalan setinggi paha orang dewasa dan arus lalulintas sempat putus selama 3 jam.

"Terjadinya banjir bandang itu diduga akibat saluran Kali Ciheulang sudah dangkal dan menyempit karena banyaknya bangunan yang tidak mematuhi aturan, dan banyaknya sampah plastik yang tiap hari dibuang warga yang berada di bagian hilir Kali Ciheulang," ucap Deni Setiabudi, selaku Kepala Desa babakan Caringin, Kecamatan Karangtengah.

Di tempat berbeda, Kaur Kesra Desa Sidangraja, Kecamatan Sukaluyu, Pimpin Alipin menjelaskan, di kawasan Desa Sukasirna, Desa Hegarmanah, dan Desa Sindangraja, ada beberapa saluran Irigasi Primer yang airnya sering meluap di saat musim hujan, seperti yang terjadi baru-baru ini saluran Irigasi Primer Cibalagung–Cikidang terjadi banjir bandang yang airnya meluap ke berbagai kampung, seperti luapan air yang masuk ke dalam rumah penduduk Kampung Tabrik, Lio, Sindangraja, dan kampung lainnya, tidak hanya itu saja, luapan air sempat naik ke tengah Jalan Tungturunan-jangari, hingga arus kendaran macet total selama 2 jam lebih.

Puluhan hektare tanaman padi yang mau di panen pun terendam banjir, hingga tanaman padinya rusak parah dan kurang lebih belasan ton padi yang baru selesai disabit yang ditumpuk di tengah sawah ludes hanyut terseret banjir bandang, dan dua hari sebelum terjadi banjir bandang, kurang lebih 3 hektare sawah yang berada di Desa Sindangraja, terserang hama wereng coklat.

Sering terjadinya banjir bandang yang airnya meluap ke permukiman warga, mengenangi puluhan hektare sawah, dan menutup dua ruas jalur jalan itu diakibatkan dangkal dan  menyempitnya saluran Irigasi Primer maupun saluran Irigasi Sekunder, dan diduga seluruh saluran irigasi yang berada di bagian hilir tertutup banguan berbagai pabrik yang menjejer di pinggir Jalan Raya Cicantu-Jonggol.

"Dengan begitu, diharapkan kepada Pemerintah Cianjur, khususnya pada Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaaan Umum (PU) Kabupaten Cianjur, mohon bantuan pengerukan dan pelebaran saluran Irigasi Primer maupun Sekunder, supaya kedepannya tidak terjadi lagi banjir bandang tiap tahun, karena kalau tidak segera dikeruk dan diperlebar maka musim hujan tahun depan akan terjadi banjir bandang lebih parah lagi," ujarnya. (rr)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?