Senin, 29 Mei 2017 - Pukul 12:53

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

retro

Karangtengah dan Sukaluyu Dikepung Banjir, Ratusan Hektare Sawah Rusak Parah

Oleh: Apip Samlawi - Jumat 03 Maret 2017 | 12:21 WIB

Karangtengah dan Sukaluyu Dikepung Banjir, Ratusan Hektare Sawah Rusak Parah

Foto: BC/Apip Samlawi

BERITACIANJUR.COM - Hampir tiap hari hujun terus menguyur kawasan Kecamatan Karangtengah, Sukaluyu, dan wilayah kecamatan lainnya di Kabupaten Cianjur, hingga mengakibatkan banjir bandang di setiap saluran Irigasi Primer, Sekunder, dan berbagai kali yang ada di setiap perdesaan, meluap ke permukinan warga serta merusak sejumlah fasilitas umum. Bahkan airnya masuk ke dalam rumah warga dan merusak puluhan hektare tanaman padi yang sebentar lagi mau di panen.


Informasi yang dihimpun, Kali Ciheulang yang mengalir di Desa Babakan Caringin, Kecamatan Karangtengah, mengalami banjir bandang dan airnya meluap ke permukiman warga Kampung Cirata RT 01 RW 06,  hingga masuk ke dalam rumah penduduk setinggi betis orang dewasa.


Sedangkan di Kampung Sindang Palay RT 02 RW 06, air menggenangi puluhan hektare sawah yang padinya sebentar lagi akan di panen dan mengalami rusak parah, juga menghancurkan sempadan Kali Ciheulang sepanjang 50 meter, dengan tinggi 2 meter, hingga airnya meluap ke tengah jalan setinggi paha orang dewasa dan arus lalulintas sempat putus selama 3 jam.


"Terjadinya banjir bandang itu diduga akibat saluran Kali Ciheulang sudah dangkal dan menyempit karena banyaknya bangunan yang tidak mematuhi aturan, dan banyaknya sampah plastik yang tiap hari dibuang warga yang berada di bagian hilir Kali Ciheulang," ucap Deni Setiabudi, selaku Kepala Desa babakan Caringin, Kecamatan Karangtengah.


Di tempat berbeda, Kaur Kesra Desa Sidangraja, Kecamatan Sukaluyu, Pimpin Alipin menjelaskan, di kawasan Desa Sukasirna, Desa Hegarmanah, dan Desa Sindangraja, ada beberapa saluran Irigasi Primer yang airnya sering meluap di saat musim hujan, seperti yang terjadi baru-baru ini saluran Irigasi Primer Cibalagung–Cikidang terjadi banjir bandang yang airnya meluap ke berbagai kampung, seperti luapan air yang masuk ke dalam rumah penduduk Kampung Tabrik, Lio, Sindangraja, dan kampung lainnya, tidak hanya itu saja, luapan air sempat naik ke tengah Jalan Tungturunan-jangari, hingga arus kendaran macet total selama 2 jam lebih.


Puluhan hektare tanaman padi yang mau di panen pun terendam banjir, hingga tanaman padinya rusak parah dan kurang lebih belasan ton padi yang baru selesai disabit yang ditumpuk di tengah sawah ludes hanyut terseret banjir bandang, dan dua hari sebelum terjadi banjir bandang, kurang lebih 3 hektare sawah yang berada di Desa Sindangraja, terserang hama wereng coklat.


Sering terjadinya banjir bandang yang airnya meluap ke permukiman warga, mengenangi puluhan hektare sawah, dan menutup dua ruas jalur jalan itu diakibatkan dangkal dan  menyempitnya saluran Irigasi Primer maupun saluran Irigasi Sekunder, dan diduga seluruh saluran irigasi yang berada di bagian hilir tertutup banguan berbagai pabrik yang menjejer di pinggir Jalan Raya Cicantu-Jonggol.


"Dengan begitu, diharapkan kepada Pemerintah Cianjur, khususnya pada Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaaan Umum (PU) Kabupaten Cianjur, mohon bantuan pengerukan dan pelebaran saluran Irigasi Primer maupun Sekunder, supaya kedepannya tidak terjadi lagi banjir bandang tiap tahun, karena kalau tidak segera dikeruk dan diperlebar maka musim hujan tahun depan akan terjadi banjir bandang lebih parah lagi," ujarnya. (rr)

Komentar