Kamis, 20 September 2018 | Cianjur, Indonesia

Ketua ARWT Beberkan Penjualan Pigura Foto Bupati

Rustandi/Nuki

Selasa, 11 April 2017 - 09:56 WIB

karikatur: Nandang s/bc
karikatur: Nandang s/bc
A A A

KETUA Asosiasi Rukun Warga dan Tetangga (ARWT), Gunawan, akhirnya membeberkan penjualan piguran Photo Bupati dan Wakil Bupati Cianjur tahun 2016 lalu. Orang penting dalam sejarah ARWT di Kabupaten Cianjur itu, tak menampik adanya penjualan pigura yang dilaksanakan salah satu lembaga profesi di Cianjur langsung ke Ketua RT.

“Kami memang tahu masalah itu, namun lembaga ARWT tidak pernah sama sekali melakukan MoU dengan lembaga penyedia sekaligus penjual pigura. Kewenangan untuk membeli atau tidaknya, berada di tangan Ketua RT langsung,” kata Gunawan yang ditemui di Kantor ARWT di Jalan Aria Wiratanudatar, Senin (10/4/2017) kemarin.

Gunawan mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima lembaga langsung, tidak semua wilayah mau membeli pigura. Beberapa daerah seperti Cikalongkulon, Cijati dan kurang lebih tiga kecamatan lainnya yang menolak untuk membeli pigura.

Disinggung soal penjualan barang lainnya yang memanfaatkan dana bantuan RT, Gunawan menegaskan, semua bentuk penjualan barang yang masuk ke RT tanpa restu langsung dari ARWT. Seifatnya, penjualan itu langsung, dan lembaga hanay menerima informasi saja.

“Intinya, apapun bentuk penjualan barang yang masuk ke RT memanfaatkan dana RT, kami tidak pernah secara langsung mengamininya. Apalagi, saat ini kebijakan anggaran sudah tidak lagi berada di lembaga. Semua anggaran sudah masuk ke rekening Kas Desa, baru kemudian didistribusikan ke RT,” terangnya

Sementara itu, pengamat kebijakan publik, Irhan menyebutkan, pembelian barang oleh Ketua RT harus sesuai dengan Daftar Usulan Rencana Kegiatan (DURK). Jika keluar dari itu, maka jelas menyalahi aturan dan masuk dalam ranah korupsi.

“Apapun bentuknya, Ketua RT harus berani menolak penjualan barang yang dilakukan lembaha atau individu apapun, meski membawa embel-embel sudah direstui Bupati. Karena jika tidak berani menolak, tindakan yang dilakukan mengandung konsekuensi hukum,” terangnya.

Ditanya kemungkinan adanya tindakan hokum dalam masalah penjulan pigura, Irhan mengaku, biasa saja itu terjadi, selama ada yang melaporkannya. “Kalau diliihat dari anatomi masalahnya, ini masuk dalam delik aduan, jadi harus ada yang mengadukannya,” pungkas Irhan

Seperti diberitakan sebelumnya, pada tahun anggaran 2016, dana bantuan yang cair menjelang akhir tahun, langsung dipangkas untuk beberapa pembelian barang. Salah satu barangnya, berupa satu set Pigura lengkap dengan Photo Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, senilai Rp, 150.00.

Jika sebanyak 10.400 Ketua RT di Kabupaten Cianjur, dipaksa membeli pigura, maka nilai anggaran untuk pengadaan barang yang tidak masuk dalam Daftar Usulan Rencana Kegiatan (DURK) Program Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa (BKKPD) Tahun anggaran 2016, mencapai angka, 1,560.000.000. Sementara itu, terkoreksi pengadaan barang untuk kebutuhan RT pada tahun 2016, dengan asumsi semua Ketua RT melaksanakannya, maka pembelian barang tahun 2016 secara keseluruhan, tembus Rp, 11.640.000.000

Terkait masalah ini, beberapa Ketua RT seperti Ketua RT 02/16, Kampung Sukasari, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Rustandi, Mantan Ketua RT 02/11 Kampung Pataruman, Kelurahan Sayang, Andri Hermawan, dan Iwan Hermawan Ketua RT 05/03 Kampung Hegarmanah, Desa Hegarmanah, Kemacatan Karangtengah, membenarkan ada paksaan untuk membeli Pigura dengan harga Rp, 150.000.

Para Ketua RT, sempat menolak mebeli karena tidak masuk dalam DURK, namun pihak ketiga yang melakukan penjualan, beralibi kegiatan telah diamini Bupati Irvan Rivano Muchtar. Alhasil, karena takut dianggap tidak mendukung Bupati, para Ketua RT terpaksa membeli Pigura yang sudah dilengkapai dengan Photo Kedinasan Bupati Cianjur dan Wakilnya.

Ketua PWC ARWT Kecamatan Ciranjang, Apip Samlaw, mengakui kalau dirinya pernah mendapat kiriminan ratusan pigura untuk dibagikan ke Ketua RT yang ada di Kecamatan Ciranjang. Meski bingung, pigura itu akhirnya terdisteribusikan. Terkait soal pembayaran, semua pembelian pigura dibebankan ke anggaran yang diterima RT.

Terkait adanya campur tangan Bupati Cianjur dalam penjualan pigura, orang nomer satu di Cianjur itu langsung angkat bicara. Dalam konfirmasi yang dilakukan Redaksi Harian Berita Cianjur, Bupati Irvan Rivano Muchtar, menegaskan, dirinya tidak pernah sama sekali memberi restu terhadap kegiatan penjualan pigura.

Menurut Bupati, penjualan photo Bupati dan Wakil Bupati tidak boleh dilakukan tanpa terlebih dahulu mendapatkan ijin dari pemerintah daerah. “Saya tidak pernah memberikan ijin atau merestui kegiatan penjualan pigura,” tegasnya, mengklarifikasi isu yang salama ini berhembus kencang. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…