Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Ketua ARWT Beberkan Penjualan Pigura Foto Bupati

Rustandi/Nuki

Selasa, 11 April 2017 - 09:56 WIB

karikatur: Nandang s/bc
karikatur: Nandang s/bc
A A A

KETUA Asosiasi Rukun Warga dan Tetangga (ARWT), Gunawan, akhirnya membeberkan penjualan piguran Photo Bupati dan Wakil Bupati Cianjur tahun 2016 lalu. Orang penting dalam sejarah ARWT di Kabupaten Cianjur itu, tak menampik adanya penjualan pigura yang dilaksanakan salah satu lembaga profesi di Cianjur langsung ke Ketua RT.

“Kami memang tahu masalah itu, namun lembaga ARWT tidak pernah sama sekali melakukan MoU dengan lembaga penyedia sekaligus penjual pigura. Kewenangan untuk membeli atau tidaknya, berada di tangan Ketua RT langsung,” kata Gunawan yang ditemui di Kantor ARWT di Jalan Aria Wiratanudatar, Senin (10/4/2017) kemarin.

Gunawan mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima lembaga langsung, tidak semua wilayah mau membeli pigura. Beberapa daerah seperti Cikalongkulon, Cijati dan kurang lebih tiga kecamatan lainnya yang menolak untuk membeli pigura.

Disinggung soal penjualan barang lainnya yang memanfaatkan dana bantuan RT, Gunawan menegaskan, semua bentuk penjualan barang yang masuk ke RT tanpa restu langsung dari ARWT. Seifatnya, penjualan itu langsung, dan lembaga hanay menerima informasi saja.

“Intinya, apapun bentuk penjualan barang yang masuk ke RT memanfaatkan dana RT, kami tidak pernah secara langsung mengamininya. Apalagi, saat ini kebijakan anggaran sudah tidak lagi berada di lembaga. Semua anggaran sudah masuk ke rekening Kas Desa, baru kemudian didistribusikan ke RT,” terangnya

Sementara itu, pengamat kebijakan publik, Irhan menyebutkan, pembelian barang oleh Ketua RT harus sesuai dengan Daftar Usulan Rencana Kegiatan (DURK). Jika keluar dari itu, maka jelas menyalahi aturan dan masuk dalam ranah korupsi.

“Apapun bentuknya, Ketua RT harus berani menolak penjualan barang yang dilakukan lembaha atau individu apapun, meski membawa embel-embel sudah direstui Bupati. Karena jika tidak berani menolak, tindakan yang dilakukan mengandung konsekuensi hukum,” terangnya.

Ditanya kemungkinan adanya tindakan hokum dalam masalah penjulan pigura, Irhan mengaku, biasa saja itu terjadi, selama ada yang melaporkannya. “Kalau diliihat dari anatomi masalahnya, ini masuk dalam delik aduan, jadi harus ada yang mengadukannya,” pungkas Irhan

Seperti diberitakan sebelumnya, pada tahun anggaran 2016, dana bantuan yang cair menjelang akhir tahun, langsung dipangkas untuk beberapa pembelian barang. Salah satu barangnya, berupa satu set Pigura lengkap dengan Photo Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, senilai Rp, 150.00.

Jika sebanyak 10.400 Ketua RT di Kabupaten Cianjur, dipaksa membeli pigura, maka nilai anggaran untuk pengadaan barang yang tidak masuk dalam Daftar Usulan Rencana Kegiatan (DURK) Program Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa (BKKPD) Tahun anggaran 2016, mencapai angka, 1,560.000.000. Sementara itu, terkoreksi pengadaan barang untuk kebutuhan RT pada tahun 2016, dengan asumsi semua Ketua RT melaksanakannya, maka pembelian barang tahun 2016 secara keseluruhan, tembus Rp, 11.640.000.000

Terkait masalah ini, beberapa Ketua RT seperti Ketua RT 02/16, Kampung Sukasari, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Rustandi, Mantan Ketua RT 02/11 Kampung Pataruman, Kelurahan Sayang, Andri Hermawan, dan Iwan Hermawan Ketua RT 05/03 Kampung Hegarmanah, Desa Hegarmanah, Kemacatan Karangtengah, membenarkan ada paksaan untuk membeli Pigura dengan harga Rp, 150.000.

Para Ketua RT, sempat menolak mebeli karena tidak masuk dalam DURK, namun pihak ketiga yang melakukan penjualan, beralibi kegiatan telah diamini Bupati Irvan Rivano Muchtar. Alhasil, karena takut dianggap tidak mendukung Bupati, para Ketua RT terpaksa membeli Pigura yang sudah dilengkapai dengan Photo Kedinasan Bupati Cianjur dan Wakilnya.

Ketua PWC ARWT Kecamatan Ciranjang, Apip Samlaw, mengakui kalau dirinya pernah mendapat kiriminan ratusan pigura untuk dibagikan ke Ketua RT yang ada di Kecamatan Ciranjang. Meski bingung, pigura itu akhirnya terdisteribusikan. Terkait soal pembayaran, semua pembelian pigura dibebankan ke anggaran yang diterima RT.

Terkait adanya campur tangan Bupati Cianjur dalam penjualan pigura, orang nomer satu di Cianjur itu langsung angkat bicara. Dalam konfirmasi yang dilakukan Redaksi Harian Berita Cianjur, Bupati Irvan Rivano Muchtar, menegaskan, dirinya tidak pernah sama sekali memberi restu terhadap kegiatan penjualan pigura.

Menurut Bupati, penjualan photo Bupati dan Wakil Bupati tidak boleh dilakukan tanpa terlebih dahulu mendapatkan ijin dari pemerintah daerah. “Saya tidak pernah memberikan ijin atau merestui kegiatan penjualan pigura,” tegasnya, mengklarifikasi isu yang salama ini berhembus kencang. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?