Sabtu, 18 Nopember 2017 - Pukul 21:04

Jabatan, Amanah atau Aman Ah?
Kang Anton

Jabatan, Amanah atau Aman Ah?

FAKTA atau sekelumit masalah yang pernah terangkum di Berita Cianjur, menjadi perhatian bahkan membuat bingung masyarakat Cianjur. Pemimpinnya ada, tapi masalahnya seolah…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

bad news

Diancam Dihabisi Jika Demo Bupati

Oleh: Rustanndi - Jumat 21 April 2017 | 06:30 WIB

Diancam Dihabisi Jika Demo Bupati

Foto: Rustandi/BC

*Aktivis Ayat Suci Dianiaya Dua Orang Tak Dikenal

 

BERITACIANJUR.COM - Aktivis Lembaga Aliansi Rakyat Untuk Sugih Mukti (Ayat Suci), Ifan Ridwan (24) mengaku dianiaya dua orang tak dikenal, pada Rabu (19/4/2017), saat dirinya hendak pulang ke rumahnya di Desa Meleber, Kecamatan Karangtengah, Cianjur. Selaian dianiaya, Ifan menyebut, pelaku mengancam akan menyikat habis dirinya dan keluarga, jika kembali ikut aksi demo mengritisi kebijakan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar.

 

Korban didampingi aktivis lainnya, membeberkan, kejadian terjadi pukul 08.00 WIB, saat perjalan pulang dari Kantor BPJS Cianjur. Dua motor RX King, tiba-tiba mengikuti dari belakang, tepat di Jalan Lingkar Timur, mengarah ke Flay Over. Setelah berbelok menuju arah Jalan Didi Prawira, dua pengendara motor yang terus membuntuti sejak masuk Jalan Lingkar Timur, langsung melakukan aksinya.

 

“Satu pengendara menyalip motor yang saya kendarai, sementara satu pengendara lainnya memepet sambil menendang, hingga saya tersungkur dan membentur pembatas jalan. Saat itu, saya sempat berpikir, kedua pelaku adalah genk motor yang akan merampas motor yang saya kendarai,” terang Ifan saat berada di Kantor Harian Berita Cianjur, kemarin.

 

Menurut Ifan, kedua pelaku yang menggenakan penutup muka, langsung menghampirinya dan melakukan beberapa aksi pemukulan. Selain memukul kepala dan tubuh, kedua pelaku sangat jelas mengeluarkan ancaman, akan menghabisi saya dan keluarga jika masih ikut dalam aksi demo menentang kebijakan Bupati.

 

“Ancaman itu diungkapkan salah satu pelaku, saat mencekik leher saya. Saya tidak akan lupa dan kata-katanya jelas sekali, kalau pelaku mengancam saya dan keluarga, kalau melakukan aksi susulan terhadap Bupati Cianjur,” aku Ifan dengan nada meninggi.

 

Ifan menjelaskan, ancaman keluar dari mulut salah satu pelaku, tepatnya berbahasa sunda dengan isi ancaman “SIA LAMUN KATINGGALI MILU AKSI DEMO DEUI  SIA JEUNG KELUARGA SIA MOAL TENANG HIRUP DICIANJUR”

 

Ifan mengkonfirmasikan, dirinya sempat melakukan perlawanan saat salah seorang pelaku lainnya, mencoba memukul bagian mukan dan bagian tubuh lainnya. Ketika dilawan beber Ifan, aksi kedua pelaku semakin brutal, hingga mengakibatkan, kepala bagian belakangnya mengalami benjol cukup parah.

 

“Untungnya, saat kejadian ada pengendara sepeda motor yang melintas dan sempat berteriak. Kedua pelaku itu seperti ketakutan dan kabur. Namun sebelum kabur, seorang pelaku kembali mengeluarkan ancaman,  TINGGALIKEUN JELEMA JELEMA NU SOK JENG SIA BAKAL BEAK KU AING HIJI HIJI,” ucap Ifan menirukan kata-kata ancaman pelaku yang kedua kalinya.

 

Kedua pelaku lanjut Ifan, sempat menendang kembali dirinya sebelum kabur dengan motor RX Kingnya. Ditendang cukup kencang, sebut Ifan, dirinya langsung tersungkur keras ke selekon yang ada di lokasi kejadian. “Untungnya saat itu ada tukang ojek yang menolong saya, hingga bisa kembali melanjutkan perjalan pulang,”jelas Ifan.

 

Korban didampingi Aktivis Senior Ridwan Mubarak dari Cianjur Intitute, mengungkap kalau kejadian yang menimpanya telah dilaporkan ke Polres Cianjur, disertai dengan hasil visum dari RSUD Cianjur. Selain melaporkan penganiayaan, Korban juga meminta perlindungan hokum bagi dirinya dan keluarga, karena merasa terancam.

 

Ditanya kemungkinan yang melatarbelakangi aksi penganiayaan yang menimpanya, Ifan menerangkan, kejadian dilatarbelakangi, aksi lembaga Ayat Suci pada Rabu (29/3) lalu Gedung DPRD Cianjur, menuntut Bupati Cianjur menindaklanjuti rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), soal penempatan  Pejabat struktural yang telah dinonjobkan

 

“Saat itu, saya berorasi, agar Bupati membatalkan pengangkatan mantan narapidana dalam jabatan struktural di lingkungan Pemkab Cianjur karena dinilai cacat dan batal atasnama hukum. Apalagi, saat aksi, saya melaksanakan penyembelihan ayam jago, sebagai tanda keprihatinan terhadap mekanisme pengkatan dan penempatan jabatan di pemerintahan Bupati sekarang,” kata Ifan, mengungkap kemungkinan penyebab aksi penganiayaan kedua orang tak dikenal terhadap dirinya.

 

Menambahkan keterangan korban, Aktivis Ridwan Mubarak, mengungkapkan, kejadian teror tidak hanya dialami Ifan. Beberapa aktivis atau peserta demo 293 di Gedung DPRD Cianjur, juga mendapat teror berupa ancaman, melalui pesan singkat dan telepon.

 

“Hingga saat ini memang kita belum mengetahui pihak mana yang melakukan tindakan ini, namun saya tegaskan, teror yang diterima teman-teman, tidak akan mengurangi intensitas lembaga dalam mengkritiki kebijakan Bupati, yang kita anggap menyalahi aturan dan berimplikasi pada kepentingan masyarakat luas,” tegas Ridwan.

 

Ridwan berharap, aparat kepolisian dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku yang melakukan penganiayaan. Penangkapan kedua pelaku, akan membantu mengungkap otak dibelakang aksi teror terhadap teman-teman aktivis selama ini.

 

Ditegaskan Ridwan, aksi demontrasi dan mengemukakan pendapat, dilindungi undang-undang, sehingga tidak ada alasan, siapapun untuk melarangnya. Apalagi aksi yang dilakukan berjalan damai dan tidak mengakibatkan terjadinya instabilitas keamanan.

 

“Tidak perlu alerghi dengan aksi demo dan kritikan keras di era reformasi ini, karena semua telah dilindungi undang-undang. Kami juga memegang teguh, kritik dan aksi yang kami lakukan, tidak menyentuh ranah pribadi dan hal lain tidak berkaitan dengan agenda aksi,”pungkasnya.

 

Sementara saat permasalahan ini akan dikonfirmasikan langsung ke Bupati Cianjur, orang nomer satu di Cianjur itu, belum bisa ditemui. Informasinya, Kang Irvan (sapaan akrab Bupati) tengah menghadiri prosesi pemakaman Ibunda Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, Kamis (20/4/2017), kemarin.

 

Dihubungi terpisah, Kepala Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Cianjur, Pratama Nugraha, menegaskan, tidak mungkin Bupati maupun Wakil Bupati atau pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur, melakukan tindakan dengan menyuruh atau mengintruksikan, pihak tertentu untuk melakukan tindakan teror, apalagi sampai melakukan aksi penganiayaan.

 

“Laporkan saja ke pihak yang berwajib, sehingga pelaku bisa segera ditangkap. Selain terancam hukumana penjara karena melakukan tindakan penganiayaan, pelaku juga bisa diseret ke pencamaran nama baik Bupati Cianjur, jika dalam aksi itu, benar pelaku membawa nama Bupati,” terangnya.

 

Lebih jauh Pratama memastikan, kalau Bupati Cianjur tidak pernah melarang pihak manapun untuk menyampaikan aspirasinya dengan cara berdemontrasi. Namun tentunya, aksi demontrasi haru dilakukan dengan santun dan tidak mengganggu kepentingan umum,” tuturnya. (*)

Komentar