Senin, 23 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Diancam Dihabisi Jika Demo Bupati

Rustanndi

Jumat, 21 April 2017 - 06:30 WIB

Foto: Rustandi/BC
Foto: Rustandi/BC
A A A

*Aktivis Ayat Suci Dianiaya Dua Orang Tak Dikenal

BERITACIANJUR.COM - Aktivis Lembaga Aliansi Rakyat Untuk Sugih Mukti (Ayat Suci), Ifan Ridwan (24) mengaku dianiaya dua orang tak dikenal, pada Rabu (19/4/2017), saat dirinya hendak pulang ke rumahnya di Desa Meleber, Kecamatan Karangtengah, Cianjur. Selaian dianiaya, Ifan menyebut, pelaku mengancam akan menyikat habis dirinya dan keluarga, jika kembali ikut aksi demo mengritisi kebijakan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar.

Korban didampingi aktivis lainnya, membeberkan, kejadian terjadi pukul 08.00 WIB, saat perjalan pulang dari Kantor BPJS Cianjur. Dua motor RX King, tiba-tiba mengikuti dari belakang, tepat di Jalan Lingkar Timur, mengarah ke Flay Over. Setelah berbelok menuju arah Jalan Didi Prawira, dua pengendara motor yang terus membuntuti sejak masuk Jalan Lingkar Timur, langsung melakukan aksinya.

“Satu pengendara menyalip motor yang saya kendarai, sementara satu pengendara lainnya memepet sambil menendang, hingga saya tersungkur dan membentur pembatas jalan. Saat itu, saya sempat berpikir, kedua pelaku adalah genk motor yang akan merampas motor yang saya kendarai,” terang Ifan saat berada di Kantor Harian Berita Cianjur, kemarin.

Menurut Ifan, kedua pelaku yang menggenakan penutup muka, langsung menghampirinya dan melakukan beberapa aksi pemukulan. Selain memukul kepala dan tubuh, kedua pelaku sangat jelas mengeluarkan ancaman, akan menghabisi saya dan keluarga jika masih ikut dalam aksi demo menentang kebijakan Bupati.

“Ancaman itu diungkapkan salah satu pelaku, saat mencekik leher saya. Saya tidak akan lupa dan kata-katanya jelas sekali, kalau pelaku mengancam saya dan keluarga, kalau melakukan aksi susulan terhadap Bupati Cianjur,” aku Ifan dengan nada meninggi.

Ifan menjelaskan, ancaman keluar dari mulut salah satu pelaku, tepatnya berbahasa sunda dengan isi ancaman “SIA LAMUN KATINGGALI MILU AKSI DEMO DEUI  SIA JEUNG KELUARGA SIA MOAL TENANG HIRUP DICIANJUR”

Ifan mengkonfirmasikan, dirinya sempat melakukan perlawanan saat salah seorang pelaku lainnya, mencoba memukul bagian mukan dan bagian tubuh lainnya. Ketika dilawan beber Ifan, aksi kedua pelaku semakin brutal, hingga mengakibatkan, kepala bagian belakangnya mengalami benjol cukup parah.

“Untungnya, saat kejadian ada pengendara sepeda motor yang melintas dan sempat berteriak. Kedua pelaku itu seperti ketakutan dan kabur. Namun sebelum kabur, seorang pelaku kembali mengeluarkan ancaman,  TINGGALIKEUN JELEMA JELEMA NU SOK JENG SIA BAKAL BEAK KU AING HIJI HIJI,” ucap Ifan menirukan kata-kata ancaman pelaku yang kedua kalinya.

Kedua pelaku lanjut Ifan, sempat menendang kembali dirinya sebelum kabur dengan motor RX Kingnya. Ditendang cukup kencang, sebut Ifan, dirinya langsung tersungkur keras ke selekon yang ada di lokasi kejadian. “Untungnya saat itu ada tukang ojek yang menolong saya, hingga bisa kembali melanjutkan perjalan pulang,”jelas Ifan.

Korban didampingi Aktivis Senior Ridwan Mubarak dari Cianjur Intitute, mengungkap kalau kejadian yang menimpanya telah dilaporkan ke Polres Cianjur, disertai dengan hasil visum dari RSUD Cianjur. Selain melaporkan penganiayaan, Korban juga meminta perlindungan hokum bagi dirinya dan keluarga, karena merasa terancam.

Ditanya kemungkinan yang melatarbelakangi aksi penganiayaan yang menimpanya, Ifan menerangkan, kejadian dilatarbelakangi, aksi lembaga Ayat Suci pada Rabu (29/3) lalu Gedung DPRD Cianjur, menuntut Bupati Cianjur menindaklanjuti rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), soal penempatan  Pejabat struktural yang telah dinonjobkan

“Saat itu, saya berorasi, agar Bupati membatalkan pengangkatan mantan narapidana dalam jabatan struktural di lingkungan Pemkab Cianjur karena dinilai cacat dan batal atasnama hukum. Apalagi, saat aksi, saya melaksanakan penyembelihan ayam jago, sebagai tanda keprihatinan terhadap mekanisme pengkatan dan penempatan jabatan di pemerintahan Bupati sekarang,” kata Ifan, mengungkap kemungkinan penyebab aksi penganiayaan kedua orang tak dikenal terhadap dirinya.

Menambahkan keterangan korban, Aktivis Ridwan Mubarak, mengungkapkan, kejadian teror tidak hanya dialami Ifan. Beberapa aktivis atau peserta demo 293 di Gedung DPRD Cianjur, juga mendapat teror berupa ancaman, melalui pesan singkat dan telepon.

“Hingga saat ini memang kita belum mengetahui pihak mana yang melakukan tindakan ini, namun saya tegaskan, teror yang diterima teman-teman, tidak akan mengurangi intensitas lembaga dalam mengkritiki kebijakan Bupati, yang kita anggap menyalahi aturan dan berimplikasi pada kepentingan masyarakat luas,” tegas Ridwan.

Ridwan berharap, aparat kepolisian dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku yang melakukan penganiayaan. Penangkapan kedua pelaku, akan membantu mengungkap otak dibelakang aksi teror terhadap teman-teman aktivis selama ini.

Ditegaskan Ridwan, aksi demontrasi dan mengemukakan pendapat, dilindungi undang-undang, sehingga tidak ada alasan, siapapun untuk melarangnya. Apalagi aksi yang dilakukan berjalan damai dan tidak mengakibatkan terjadinya instabilitas keamanan.

“Tidak perlu alerghi dengan aksi demo dan kritikan keras di era reformasi ini, karena semua telah dilindungi undang-undang. Kami juga memegang teguh, kritik dan aksi yang kami lakukan, tidak menyentuh ranah pribadi dan hal lain tidak berkaitan dengan agenda aksi,”pungkasnya.

Sementara saat permasalahan ini akan dikonfirmasikan langsung ke Bupati Cianjur, orang nomer satu di Cianjur itu, belum bisa ditemui. Informasinya, Kang Irvan (sapaan akrab Bupati) tengah menghadiri prosesi pemakaman Ibunda Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, Kamis (20/4/2017), kemarin.

Dihubungi terpisah, Kepala Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Cianjur, Pratama Nugraha, menegaskan, tidak mungkin Bupati maupun Wakil Bupati atau pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur, melakukan tindakan dengan menyuruh atau mengintruksikan, pihak tertentu untuk melakukan tindakan teror, apalagi sampai melakukan aksi penganiayaan.

“Laporkan saja ke pihak yang berwajib, sehingga pelaku bisa segera ditangkap. Selain terancam hukumana penjara karena melakukan tindakan penganiayaan, pelaku juga bisa diseret ke pencamaran nama baik Bupati Cianjur, jika dalam aksi itu, benar pelaku membawa nama Bupati,” terangnya.

Lebih jauh Pratama memastikan, kalau Bupati Cianjur tidak pernah melarang pihak manapun untuk menyampaikan aspirasinya dengan cara berdemontrasi. Namun tentunya, aksi demontrasi haru dilakukan dengan santun dan tidak mengganggu kepentingan umum,” tuturnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Hari Kartini, Polwan Polres Cianjur Gelar Pengobatan dan Makan Gratis

LIMA ratusan orang dari sejumlah wilayah di Cianjur mengikuti pengobatan gratis di lingkungan Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku, Kamis (19/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Aktualita 19/04/2018 08:00 WIB

Kebohongan Ketua DPRD Terungkap

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi terkait mekanisme penghapusan pendapat akhir fraksi semakin menguat. Benarkah?