Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Bupati Didesak Ganti Sekda

Rustandi/Wawan

Selasa, 25 April 2017 - 06:30 WIB

karikatur: Nandang s/bc
karikatur: Nandang s/bc
A A A

Terkait Munculnya Nama CA di Sejumlah Penyimpangan Berbau Korupsi

BERITACIANJUR.COM - Terkaitnya nama CA dalam berbagai temuaan penyimpangan yang terindikasi korupsi, belakangan ini, Bupati Cianjur didesak agar mengganti pejabat sekda sekarang.

Desakan mencuat setelah sejumlah aktivis mengadakan diskusi terbatas di sekretariat Forum Diskusi Mahasiswa dan Masyarakat (Fordismara) di Jalan Siliwangi, Cianjur, Senin (24/4/2017) siang kemarin. Selain masalah Sekda, beberapa isu hangat terkait jalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati Irvan Rivano Muchtar dan Wakilnya Herman Suherman, turut dibahas dengan serius.

Ketua Fordismara yang juga sebagai Ketua Forum Penyelamat Keuangan Negara (FPKN) Irhan Muhammad, mengungkapkan, diskusi yang dilaksanakan bersama sejumlah aktivis anti korupsi lainnya tersebut membahas berbagai masalah, terutama dugaan korupsi dalam tubuh pemerintahan anyar sekarang.

Irhan mengungkapkan,  pembahasan  terkait CA yang sekarang menjabat Sekda, berjalan serius dan sempat terjadi silang pendapat, diantara peserta diskusi yang hadir. Akhirnya disepakati, agar Bupati segera mengganti CA sebagai Sekda Kabupaten Cianjur.

Irhan membeberkan, kesepakatan para aktivis ini terjadi, setelah dalam diskusi menyeruak sejumlah data dugaan korupsi yang menyeret nama CA, saat jadi  Sekretaris Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan, terhitung sejak 2009 -2016.

“Nilai yang diduga terkorupsi pada dalam rentang waktu tadi, cukup fantastis. Masalahnya, kenapa hingga saat ini, aparat penegak hukum seperti dibutakan begitu saja.  Padahal beberapa fakta sering menyeruak ke publik,” beber Irhan.

Anehnya lagi, sambung Irhan, setelah terdengar kabar adanya upaya penggeledehan yang dilakukan penegak hukum Polda Jabar, ke sejumlah instansi di Kabupaten Cianjur, belum lama ini, kasus-kasus seperti ini, seakan tidak tersentuh sama sekali.

Ditanya langkah apa yang akan dilakukan forum, Irhan menjawab, hasil diskusi akan dibuat notulennya dan diserahkan ke Bupati Cianjur. “Salah satunya, surat soal desakan Bupati mengganti pejabat Sekda sekarang,” jawabnya.

 

Irhan menambahkan, selain didasari dugaan korupsi tadi, desakan mengganti CA,dipandang perlu, disaat kepercayaan publik teerhadap lembaga pemerintah menguat, karena faktor keseriusan Bupati dalam melakukan berbagai langkah pembangunan

Salah satunya imbuh Irhan, publik menilai Bupati sekarang, memiliki komitmen kuat terhadap upaya pemberantasan korupsi di internalnya. Publik tidak bisa memungkiri, saat Bupati dengan lantang menyatakan perang terhadap korupsi.

“Kan ga elok, kalau Bupati sekarang berjuang keras  menegakan aturan, termasuk niat memberantas korupsi, yang ditunjukannya melalui fakta integritas bersama lembaga KPK, harus ternoda dengan kasus dugaan korupsi ini. Makanya, kita meminta agar pejabat sekda diganti, ketimbang pemerintahan terus gaduh karena dugaan korupsi yang menyeretnya,” tambahnya

Sementara terkait jalannya pemerintahan anyar sekarang, Sekretaris Fordismara, Irfan Ridwansyah mengungkap, secara garis besar, jalannya pemerintahan satu tahun terkahir ini, cukup baik. Indikator itu, berdasarkan beberapa program pembangunan yang sudah dilaksanakan. Salah satunya, terjadi perubahan pembangunan yang mengarah pada perbaikan infrastruktur umum.

“Namun memang masih ada beberapa hal yang harus diwaspadai Bupati, salah satunya terkait proyek atau lelang pengadaan barang dan jasa, terutama lelang jalan, yang masih dibalut adanya indikasi jual beli proyek oleh oknum dinas terkait,” ucap Irfan.

Sayang saat desakan sejumlah aktivis anti korupsi soal Sekda Cianjur, akan dikonfrimasikan  langsung ke Bupati, karena hari libur, orang nomer satu di Cianjur itu, tidak bisa ditemui untuk diminta tanggapannya. Meski sudah diusahakan melalui telepon pribadinya, hingga berita ini tayang cetak, Bupati belum bisa dihubungi.

Seperti diketahui, meski FPKN dan Fordismara menuding adanya tindakan korupsi yang diduga menyeret CA yang kini menjabat Sekda Kabupaten Cianjur, Cecep sendiri beberapa kali dikonfirmasi, membantah keras tudingan itu semua.

Bahkan saat dilakukan konfirmasi beberapa waktu lalu, salah satu orang kuat dan berpengaruh di Pemerintahan ini,  sempat mempertanyakan keabsahan data yang dipegang FPKN soal dugaan korupsi yang dikait-kaitkan dengan dirinya. 

Cecep saat dikonfirmasi soal dugaan korupsi dalam proyek pengadaan batik tahun 2015 dengan nilai Rp 784.000.000,00, dilingkungan Dinas Pendidikan, dan pengadaan Alat Kesehatan Tahun 2009-2010 di Dinas Kesehatan, membantah semuanya.  

Ditegaskannya, selama menjabat dirinya sama sekali tidak pernah terlibat dalam indikasi korupsi yang ditudukan selama ini. Bahkan ketika menjabat kedua jabatan itu, tidak pernah ada indikasi korupsi apapun, termasuk dugaan korupsi pengadaan kain batik dan Alat Kesehatan (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?