Sabtu, 24 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Bupati Didesak Ganti Sekda

Rustandi/Wawan

Selasa, 25 April 2017 - 06:30 WIB

karikatur: Nandang s/bc
karikatur: Nandang s/bc
A A A

Terkait Munculnya Nama CA di Sejumlah Penyimpangan Berbau Korupsi

BERITACIANJUR.COM - Terkaitnya nama CA dalam berbagai temuaan penyimpangan yang terindikasi korupsi, belakangan ini, Bupati Cianjur didesak agar mengganti pejabat sekda sekarang.

Desakan mencuat setelah sejumlah aktivis mengadakan diskusi terbatas di sekretariat Forum Diskusi Mahasiswa dan Masyarakat (Fordismara) di Jalan Siliwangi, Cianjur, Senin (24/4/2017) siang kemarin. Selain masalah Sekda, beberapa isu hangat terkait jalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati Irvan Rivano Muchtar dan Wakilnya Herman Suherman, turut dibahas dengan serius.

Ketua Fordismara yang juga sebagai Ketua Forum Penyelamat Keuangan Negara (FPKN) Irhan Muhammad, mengungkapkan, diskusi yang dilaksanakan bersama sejumlah aktivis anti korupsi lainnya tersebut membahas berbagai masalah, terutama dugaan korupsi dalam tubuh pemerintahan anyar sekarang.

Irhan mengungkapkan,  pembahasan  terkait CA yang sekarang menjabat Sekda, berjalan serius dan sempat terjadi silang pendapat, diantara peserta diskusi yang hadir. Akhirnya disepakati, agar Bupati segera mengganti CA sebagai Sekda Kabupaten Cianjur.

Irhan membeberkan, kesepakatan para aktivis ini terjadi, setelah dalam diskusi menyeruak sejumlah data dugaan korupsi yang menyeret nama CA, saat jadi  Sekretaris Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan, terhitung sejak 2009 -2016.

“Nilai yang diduga terkorupsi pada dalam rentang waktu tadi, cukup fantastis. Masalahnya, kenapa hingga saat ini, aparat penegak hukum seperti dibutakan begitu saja.  Padahal beberapa fakta sering menyeruak ke publik,” beber Irhan.

Anehnya lagi, sambung Irhan, setelah terdengar kabar adanya upaya penggeledehan yang dilakukan penegak hukum Polda Jabar, ke sejumlah instansi di Kabupaten Cianjur, belum lama ini, kasus-kasus seperti ini, seakan tidak tersentuh sama sekali.

Ditanya langkah apa yang akan dilakukan forum, Irhan menjawab, hasil diskusi akan dibuat notulennya dan diserahkan ke Bupati Cianjur. “Salah satunya, surat soal desakan Bupati mengganti pejabat Sekda sekarang,” jawabnya.

 

Irhan menambahkan, selain didasari dugaan korupsi tadi, desakan mengganti CA,dipandang perlu, disaat kepercayaan publik teerhadap lembaga pemerintah menguat, karena faktor keseriusan Bupati dalam melakukan berbagai langkah pembangunan

Salah satunya imbuh Irhan, publik menilai Bupati sekarang, memiliki komitmen kuat terhadap upaya pemberantasan korupsi di internalnya. Publik tidak bisa memungkiri, saat Bupati dengan lantang menyatakan perang terhadap korupsi.

“Kan ga elok, kalau Bupati sekarang berjuang keras  menegakan aturan, termasuk niat memberantas korupsi, yang ditunjukannya melalui fakta integritas bersama lembaga KPK, harus ternoda dengan kasus dugaan korupsi ini. Makanya, kita meminta agar pejabat sekda diganti, ketimbang pemerintahan terus gaduh karena dugaan korupsi yang menyeretnya,” tambahnya

Sementara terkait jalannya pemerintahan anyar sekarang, Sekretaris Fordismara, Irfan Ridwansyah mengungkap, secara garis besar, jalannya pemerintahan satu tahun terkahir ini, cukup baik. Indikator itu, berdasarkan beberapa program pembangunan yang sudah dilaksanakan. Salah satunya, terjadi perubahan pembangunan yang mengarah pada perbaikan infrastruktur umum.

“Namun memang masih ada beberapa hal yang harus diwaspadai Bupati, salah satunya terkait proyek atau lelang pengadaan barang dan jasa, terutama lelang jalan, yang masih dibalut adanya indikasi jual beli proyek oleh oknum dinas terkait,” ucap Irfan.

Sayang saat desakan sejumlah aktivis anti korupsi soal Sekda Cianjur, akan dikonfrimasikan  langsung ke Bupati, karena hari libur, orang nomer satu di Cianjur itu, tidak bisa ditemui untuk diminta tanggapannya. Meski sudah diusahakan melalui telepon pribadinya, hingga berita ini tayang cetak, Bupati belum bisa dihubungi.

Seperti diketahui, meski FPKN dan Fordismara menuding adanya tindakan korupsi yang diduga menyeret CA yang kini menjabat Sekda Kabupaten Cianjur, Cecep sendiri beberapa kali dikonfirmasi, membantah keras tudingan itu semua.

Bahkan saat dilakukan konfirmasi beberapa waktu lalu, salah satu orang kuat dan berpengaruh di Pemerintahan ini,  sempat mempertanyakan keabsahan data yang dipegang FPKN soal dugaan korupsi yang dikait-kaitkan dengan dirinya. 

Cecep saat dikonfirmasi soal dugaan korupsi dalam proyek pengadaan batik tahun 2015 dengan nilai Rp 784.000.000,00, dilingkungan Dinas Pendidikan, dan pengadaan Alat Kesehatan Tahun 2009-2010 di Dinas Kesehatan, membantah semuanya.  

Ditegaskannya, selama menjabat dirinya sama sekali tidak pernah terlibat dalam indikasi korupsi yang ditudukan selama ini. Bahkan ketika menjabat kedua jabatan itu, tidak pernah ada indikasi korupsi apapun, termasuk dugaan korupsi pengadaan kain batik dan Alat Kesehatan (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 23/02/2018 08:00 WIB

Bupati Dilaporkan ke Presiden dan KPK

AROGAN dan kebijakannya menyengsarakan rakyat. Itulah alasan sejumlah aktivis melaporkan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar (IRM) ke Presiden Joko Widodo, KPK, ICW, BPK, DPR RI dan Ombudsman, Kamis…

Aktualita 23/02/2018 07:55 WIB

Pembagian Insentif Guru Honor Diduga Jadi Ajang Kampanye

PEMBAGIAN insentif dari Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar untuk guru honorer K2 se-Kecamatan Karangtengah, terindikasi ditumpangi kepentingan politik.

Cianjur Euy 22/02/2018 20:16 WIB

Partisipasi Pemilih di Pilgub Jabar Diharapkan Meningkat

PARTISIPASI masyarakat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 diharapkan meningkat. Karena, dengan meningkatnya pasrtisipasi pemilih dinilai akan meningkatkan kualitas pesta demokrasi…

Cianjur Euy 22/02/2018 20:15 WIB

SPRI Cianjur Tolak Kebijakan UU MD3

SERIKAT Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Kabupaten Cianjur berunjukrasa terkait penolakan revisi Undang-undang Nomo 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), Kamis (22/2/2018).

Cianjur Euy 22/02/2018 20:15 WIB

Demiz: Penanganan Sungai Citarum Harus Berkesinambungan

PENANGANAN Sungai Citarum harus dilakukan berkesinambungan. Penanganannya bisa dilakukan secara struktural, non-struktural, dan kultural yang membutuhkan campur tangan semua pihak.

Aktualita 22/02/2018 08:00 WIB

Hei Bupati, Mundur atau Dimundurkan?

ATURAN dilabrak, Undang-Undang dipecundangi dan hukum dikebiri. Ini hanya terjadi di Cianjur yang konon katanya lebih maju dan agamis.

Cianjur Euy 21/02/2018 22:31 WIB

Pemkab Didiorong Keluarkan Regulasi Terkait Usia Pernikahan

PERNIKAHAN usia anak dinilai akan menimbulkan risiko bagi para pasangan, mulai dari kesehatan, ekonomi dan ketahanan keluarga. Sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur didorong untuk mengeluarkan…

Cianjur Euy 21/02/2018 22:30 WIB

Polres Cianjur Intensifkan Penindakan Kasus Narkoba

PEREDARAN dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Cianjur dinilai sangat mengkhawatirkan. Jumlah orang yang terlibat dalam kasus tersebut terus bertambah, dan telah menyentuh semua kalangan.

Bisnis Line 21/02/2018 21:45 WIB Advertorial

Mahasiswa AKPER Deklarasi Anti Narkoba

SEBAGAI salah satu bentuk keprihatinan maraknya peredaran narkoba dan salah satu upaya untuk menekan peredaran narkoba, Akademi Keperawatan (AKPER) Pemkab Cianjur mendeklarasikan anti narkoba. Deklarasi…

Aktualita 21/02/2018 08:00 WIB

Pemkab Cianjur Diduga Serobot Lahan Kritis

PERKANTORAN baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka, diduga menyerobot lahan yang diperuntukkan kegiatan program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM). Benarkah?