Sabtu, 18 Nopember 2017 - Pukul 21:06

Jabatan, Amanah atau Aman Ah?
Kang Anton

Jabatan, Amanah atau Aman Ah?

FAKTA atau sekelumit masalah yang pernah terangkum di Berita Cianjur, menjadi perhatian bahkan membuat bingung masyarakat Cianjur. Pemimpinnya ada, tapi masalahnya seolah…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

edukasi

Sebanyak 139 Guru SD di Bojongpicung Ikuti Diklat Kurtilas

Oleh: Apip Samlawi - Selasa 25 April 2017 | 05:41 WIB

Sebanyak 139 Guru SD di Bojongpicung Ikuti Diklat Kurtilas

Foto: Apip Samlawi/BC

* Bertujuan Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan
 

SEBANYAK 107 guru kelas II, kelas IV yang datang dari 15 SDN diwilayah Kecamatan Bojongpicung mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kurikulum 2013 (Kurtilas) priode  ke II yang diselenggarakan di SDN Gegersari, Desa Cibarengkok, Kecamatan Bojongpicung, Senin (24/4/2017).

 

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh 32 orang guru Agama Islam dari sejumlah SD yang ada di Kecamatan Bojongpicung,  Ciranjang dan Kecamatan Haurwangi. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar.

 

Dikatakan Deni Suarna (45)  Kepala UPTD Pendidikan, Kecamatan Bojongpicung, program Diklat Kurikulum 2013 priode ke II, yang dihadiri 107 guru SD kelas I,II, IV, V  dan sebanyak 32 guru agama SD yang datang dari Kecamatan Bojongpicung, Ciranjang dan Kecamatan Haurwangi itu merupakan Diklat lanjutan,  karena sebelumnya telah dilaksanakan Diklat serupa yang diikuti seluruh guru Kelas I dan guru Kelas V.

 

“Untuk Diklat yang sekarang dilaksanakan guru Kelas I dan guru Kelas V diikutsertakan kembali, namun hanya sekala guru pendamping untuk guru Kelas II dan guru Kelas IV," kata Deni saat ditemui "BC", Senin (24/4/2017).

 

Selain itu Deni Suarna menambahkan, diharapkan seluruh peserta Diklat Kurikulum 2013 yang sekarang digelar, bisa mengikuti dengan tuntas, fokus, konsentrasi, baik dan benar, supaya nantinya mampu menerapkannya saat guru kelas dan guru agama  melaksanakan tugas di dalam kelasnya masing-masing.

 

Selain itu, pihaknya mengharapkan kualitas pendidikan tingkat sekolah dasar yang ada di Kecamatan Bojongpicung, benar meningkat sesuai harapan semua pihak. "Dengan adanya Kurtilas ini diharapkan kualitas pendidikan semakin meningkat," tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua Cabang PGRI Kecamatan Bojongpicung, Asep Hidayat (54) menjelaskan, dengan dilaksanakanya Diklat Kurikulum 2013 priode ke II, itu merupakan suatu rangkaian program Diklat sebelumnya yang dilaksanakan pada 2016. Hal itu dilakukan tiada lain untuk menambah wawasan, pengalaman  dan pengetahuan seluruh guru SD yang nantinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

 

Peningkatan kualitas pendidikan tersebut, kata Asep, harus diawali dari pengingkatan kualitas seluruh gurunya itu sendiri. Dengan mengikuti Diklat Kurikulum 2013, pelatihan –pelatihan dan mengikuti kursus lainnya yang disesuaikan dengan program pendidikan itu sendiri.

 

"Untuk menerapkan pendidikan dengan menggunakan Kurikulum 2013, suluruh guru tidak hanya sampai cukup sampai mengikuti Diklat saja, tapi nantinya seluruh guru harus terus mengikuti petunjuk para pembimbing yang telah ditunjuk pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Provinsi dan Dinas Pendidikan Pusat. Karena kalau dibiarkan begitu saja tentu saja penerapan Kurikulum 2013 tidak akan terlaksana dengan baik dan tidak kena sasaran program yang telah ditentukan," paparnya.

 

Dilain pihak, Ketua Tempat Penyelenggara Kegiatan (TPK) Kurikulum 2013 Kecamatan Bojongpicung, Linda Nurhasanah (47) menambahkan, dengan dilaksanakannya Diklat Kurikulum 2013, yang dipusatkan di gedung SDN Gegersari, pihaknya merasa bersyukur, karena secara tidak langsung nantinya seluruh guru SDN Gegersari, minimal akan lebih awal mengetahui tentang penerapan Kurikulum 2013.

 

"Kalau untuk menerapkan bidang study pada seluruh siswa dengan menggunakan Kurikulum 2013, tetap saja harus berdasarkan program yang telah ditentukan pihak Dinas Pendidikan, seperti halnya siswa kelas I,II, IV dan kelas V. Sedangkan untuk siswa kelas II dan kelas VI masih menggunakan Kurikulum yang lama dan pada tahun mendatang baru akan dilaksanakan Diklat Kurikulum 2013 untuk guru kelas III dan Kelas VI," tegasnya. (*).

 

 

Komentar