Kamis, 24 Agustus 2017 - Pukul 10:18

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ekonomi bisnis

Gejolak Tenaga Kerja, Cianjur Tetap Aman

Oleh: Nuki Nugraha - Kamis 03 September 2015 | 13:00 WIB

Gejolak Tenaga Kerja, Cianjur Tetap Aman

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR – Masalah ketenagakerjaan yang mejelang awal Bulan September sempat bergejolak dampak dari kebijakan aturan baru pemerintah terkait tenaga kerja asing ataupun lemahnya perekonomian nasional akibat anjloknya nilai rupiah terhadap dollar.

 

Namun kendati begitu, tidak membawa dampak besar terhadap aspek tenaga kerja di Kabupaten Cianjur yang sampai saat ini tetap normal dan terkendali.Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Disiosnakertran Cianjur, Sumitra.

 

Menurut dia, berdasarkan laporan yang diterima dari seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Cianjur. Tidak ada satu pun perusahan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat timbulnya gejolak tersebut.

 

Dikatakan oleh Sumitra, sehubungan telah dihapus aturan  penerapan penggunaan bahasa kepada tenaga kerja asing. Dirinya tidak dapat menentukan atau memeprediksikan, aturan baru ini berpengaruh bagi perkembangan industri atau perusahaan asing yang beroperasi di Indonsia khususnya wilayah Cianjur.

 

“Terakhir dari informasi yang dihimpun. Telah terdata tenaga kerja asing di Cianjur berjumlah 30 orang, umumnya asal negera asia timur dengan profesi kerja beragam,” ujarnya kepada "BC" kemarin.

 

Selanjutnya ujar Sumitra, penyedia lapangan kerja dan pelamar tenaga kerja masih tinggi setiap tahunnya. Akhir Bulan September dan Awal Oktober, perusahaan elektronik baru sudah menerima 500 tenaga kerja dari jumlah kebutuhan tenaga kerja mencapai lima ribu orang ditahun 2016. Belum lagi nanti pada tahun 2017, kuota tenaga kerja per tahunnya akan lebih jauh bertambah.

 

“Sebagai bagian pelaksana ketenagakerjaan di daerah. Dinsosnakertrans Cianjur sesuai juklak dan juknisnya menerapkan  kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat lewat undang-undang. Seperti penentuan gaji UMR daerah dihimpun berdasarkan rapat dewan penggajian kisaran tahunan, pengawasan tenaga kerja asing atau pencabutan penerapan kemampuan berbahasa,” terangnya. (nuk)

Komentar