Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Gejolak Tenaga Kerja, Cianjur Tetap Aman

Nuki Nugraha

Kamis, 03 September 2015 - 13:00 WIB

ilustrasi/net
ilustrasi/net
A A A

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR – Masalah ketenagakerjaan yang mejelang awal Bulan September sempat bergejolak dampak dari kebijakan aturan baru pemerintah terkait tenaga kerja asing ataupun lemahnya perekonomian nasional akibat anjloknya nilai rupiah terhadap dollar.

Namun kendati begitu, tidak membawa dampak besar terhadap aspek tenaga kerja di Kabupaten Cianjur yang sampai saat ini tetap normal dan terkendali.Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Disiosnakertran Cianjur, Sumitra.

Menurut dia, berdasarkan laporan yang diterima dari seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Cianjur. Tidak ada satu pun perusahan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat timbulnya gejolak tersebut.

Dikatakan oleh Sumitra, sehubungan telah dihapus aturan  penerapan penggunaan bahasa kepada tenaga kerja asing. Dirinya tidak dapat menentukan atau memeprediksikan, aturan baru ini berpengaruh bagi perkembangan industri atau perusahaan asing yang beroperasi di Indonsia khususnya wilayah Cianjur.

“Terakhir dari informasi yang dihimpun. Telah terdata tenaga kerja asing di Cianjur berjumlah 30 orang, umumnya asal negera asia timur dengan profesi kerja beragam,” ujarnya kepada "BC" kemarin.

Selanjutnya ujar Sumitra, penyedia lapangan kerja dan pelamar tenaga kerja masih tinggi setiap tahunnya. Akhir Bulan September dan Awal Oktober, perusahaan elektronik baru sudah menerima 500 tenaga kerja dari jumlah kebutuhan tenaga kerja mencapai lima ribu orang ditahun 2016. Belum lagi nanti pada tahun 2017, kuota tenaga kerja per tahunnya akan lebih jauh bertambah.

“Sebagai bagian pelaksana ketenagakerjaan di daerah. Dinsosnakertrans Cianjur sesuai juklak dan juknisnya menerapkan  kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat lewat undang-undang. Seperti penentuan gaji UMR daerah dihimpun berdasarkan rapat dewan penggajian kisaran tahunan, pengawasan tenaga kerja asing atau pencabutan penerapan kemampuan berbahasa,” terangnya. (nuk)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.