Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 03:56

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

bad news

Polisi Pastikan Kasus Penganiayaan Aktivis Berlanjut

Oleh: Rustandi - Kamis 27 April 2017 | 06:15 WIB

Polisi Pastikan Kasus Penganiayaan Aktivis Berlanjut

dok berita cianjur

*Siapapun Pelakunya Akan Tetap Diproses Hukum

 

BERITACIANJUR.COM - KASAT Reskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi, memastikan terkait kasus penganiyaan aktivis Ayat Suci, polisi masih melakukan pemeriksaan terhada sejumlah saksi mata.  Pemeriksaan dilakukan terus menerus, termasuk korban Irfan Ridwa (24)

 

“Kita pastikan kasus ini tidak akan berhenti begitu saja, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, identitas kedua pelaku bisa segera terungkap,” kata Benny saat dimintai keteranganya, tekait aksi coboi yang dilakukan dua orang terkenal, terhadap Ifan di sekitar Fly Over, Jalan Arteri Lingkar Timur, Rabu (19/4/2017).

 

Benny juga memastikan, Polisi tidak akan pandang bulu dalam menegak hukum, meski pelaku dianggap dekat dengan kekuasaan. Siapapun pelakunya, tandas Benny, tetap akan diproses sesuai dengan hukumnya.

 

“Kita tidak akan melihat siapapun pelakunya nanti, pastinya polisi tetap akan berpegang pada hukum. Jadi jangan kawatir, kalau kasus ini berhenti begitu saja, karena polisi tidak akan lihat kiri dan kanan, meski pelaku dianggap dekat dengan orang penting,” janjinya

 

Disingung soal identitas kedua pelaku, Benny berkomentar, polisi masih mengumpulkan semua keterangan dari saksi dan pihak lainnya. “Tenang, nanti kalau sudah kita tangkap, pasti dilakukan gelar perkara, agar publik juga bisa mengetahuinya,” beber Benny tegas.

 

Korban penganiayaan, Ifan Ridwan, yang dihubungi terpisah, Harian Berita Cianjur, manyambut positif langkah polisi dalam mengungkap kasus yang dialaminya. Ifan yakin betul, Polisi bisa bertindak profesional dalam menangani kasus ini

 

“Saya memang berharap kasus ini bisa dibongkar ke publik, sehingga masyarakat tahu siapa pelaku, sekaligus dalang dibalik aksinya,” papar Ifan, saat berada di Sekretariat Ayat Suci di Jalan Maleber, Karangtengah, Cianjur.

 

Seperti diketahui, Aktivis Lembaga Aliansi Rakyat Untuk Sugih Mukti (Ayat Suci), Ifan Ridwan (24) mengaku dianiaya dua orang tak dikenal, pada Rabu (19/4/2017), saat dirinya hendak pulang ke rumahnya di Desa Meleber, Kecamatan Karangtengah, Cianjur. Selaian dianiaya, Ifan menyebut, pelaku mengancam akan menyikat habis dirinya dan keluarga, jika kembali ikut aksi demo mengritisi kebijakan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar.

 

Korban didampingi aktivis lainnya, membeberkan, kejadian terjadi pukul 08.00 WIB, saat perjalan pulang dari Kantor BPJS Cianjur. Dua motor RX King, tiba-tiba mengikuti dari belakang, tepat di Jalan Lingkar Timur, mengarah ke Flay Over. Setelah berbelok menuju arah Jalan Didi Prawira, dua pengendara motor yang terus membuntuti sejak masuk Jalan Lingkar Timur, langsung melakukan aksinya.

 

“Satu pengendara menyalip motor yang saya kendarai, sementara satu pengendara lainnya memepet sambil menendang, hingga saya tersungkur dan membentur pembatas jalan. Saat itu, saya sempat berpikir, kedua pelaku adalah genk motor yang akan merampas motor yang saya kendarai,” terang Ifan saat berada di Kantor Harian Berita Cianjur, kemarin.

 

Menurut Ifan, kedua pelaku yang menggenakan penutup muka, langsung menghampirinya dan melakukan beberapa aksi pemukulan. Selain memukul kepala dan tubuh, kedua pelaku sangat jelas mengeluarkan ancaman, akan menghabisi saya dan keluarga jika masih ikut dalam aksi demo menentang kebijakan Bupati.

 

“Ancaman itu diungkapkan salah satu pelaku, saat mencekik leher saya. Saya tidak akan lupa dan kata-katanya jelas sekali, kalau pelaku mengancam saya dan keluarga, kalau melakukan aksi susulan terhadap Bupati Cianjur,” aku Ifan dengan nada meninggi.

 

Ifan menjelaskan, ancaman keluar dari mulut salah satu pelaku, tepatnya berbahasa sunda dengan isi ancaman “SIA LAMUN KATINGGALI MILU AKSI DEMO DEUI  SIA JEUNG KELUARGA SIA MOAL TENANG HIRUP DICIANJUR”

 

Ifan mengkonfirmasikan, dirinya sempat melakukan perlawanan saat salah seorang pelaku lainnya, mencoba memukul bagian mukan dan bagian tubuh lainnya. Ketika dilawan beber Ifan, aksi kedua pelaku semakin brutal, hingga mengakibatkan, kepala bagian belakangnya mengalami benjol cukup parah.

 

“Untungnya, saat kejadian ada pengendara sepeda motor yang melintas dan sempat berteriak. Kedua pelaku itu seperti ketakutan dan kabur. Namun sebelum kabur, seorang pelaku kembali mengeluarkan ancaman,  TINGGALIKEUN JELEMA JELEMA NU SOK JENG SIA BAKAL BEAK KU AING HIJI HIJI,” ucap Ifan menirukan kata-kata ancaman pelaku yang kedua kalinya.

 

Kedua pelaku lanjut Ifan, sempat menendang kembali dirinya sebelum kabur dengan motor RX Kingnya. Ditendang cukup kencang, sebut Ifan, dirinya langsung tersungkur keras ke selekon yang ada di lokasi kejadian. “Untungnya saat itu ada tukang ojek yang menolong saya, hingga bisa kembali melanjutkan perjalan pulang,”jelas Ifan. (*)

Komentar