Rabu, 28 Juni 2017 - Pukul 12:24

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

good news

CGI Dukung Pengusutan Indikasi Korupsi CA

Oleh: Rustandi - Kamis 27 April 2017 | 06:30 WIB

CGI Dukung Pengusutan Indikasi Korupsi CA

Foto: Rustandi/bc

BERITACIANJUR.COM - AKTIVIS Cianjur Global Institute (CGI), Fadil mendukung penuh, adanya upaya dari rekan aktivis lainnya membongkar semua indikasi korupsi di Cianjur.  Aroma korupsi yang terjadi di Cianjur selama ini, memang sudah begitu kencang, termasuk yang menyeret nama CA, salah satu pejabat elit pemerintah yang sedang ramai dipergunjingkan.

 

“Upaya pembongkaran korupsi di Cianjur, selarasnya harus sudah dilakukan, untuk mendukung percepatan pembangunan yang sedang dilaksanakan sekarang. Jika tindakan ini berhasil, akan jadi triger bagi upaya pemberantasan korupsi di tatar santri,” katanya.

 

Ditanya soal berbagai kemungkinan keterlibatan CA dalam indikasi penyimpangan berbau korupsi saat ini, Fadil menjawab, semua itu sangat terbuka lebar, karena hasil analisa dan pendalaman, kejadian dugaan korupsi itu, erat dengan kekuasaan yang sedang dipangku CA pada massa jabatan sebelumnya.

 

Beberapa indikasinya, sambung Fadil, terjadi dalam proses penjualan pigura, batik, pengadaan bus, dan pengadaan alat peraga sekolah. Peran pemangku kekuasaan dalam indikasi korupsi itu, sangat tinggi, meski nanti akan tergantung bagaimana penegak hukum, melihat dan mendalami kasus ini.

 

“Makanya, saya sendiri akan merapat dengan barisan aktivis lainnya yang sudah terlebih dahulu melakukan gerakan. Intinya, saya yakin gerakan yang sekarang dilaksanakan, murni bukan berdasarkan kepentingan apapun,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, Ketua Fordismara yang juga sebagai Ketua Forum Penyelamat Keuangan Negara (FPKN) Irhan Muhammad, mengungkapkan, diskusi yang dilaksanakan bersama sejumlah aktivis anti korupsi lainnya tersebut membahas berbagai masalah, terutama dugaan korupsi dalam tubuh pemerintahan anyar sekarang.

 


Irhan mengungkapkan,  pembahasan  terkait CA yang sekarang menjabat Sekda, berjalan serius dan sempat terjadi silang pendapat, diantara peserta diskusi yang hadir. Akhirnya disepakati, agar Bupati segera mengganti CA sebagai Sekda Kabupaten Cianjur.

 

Irhan membeberkan, kesepakatan para aktivis ini terjadi, setelah dalam diskusi menyeruak sejumlah data dugaan korupsi yang menyeret nama CA, saat jadi  Sekretaris Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan, terhitung sejak 2009 -2016.

 


“Nilai yang diduga terkorupsi pada dalam rentang waktu tadi, cukup fantastis. Masalahnya, kenapa hingga saat ini, aparat penegak hukum seperti dibutakan begitu saja.  Padahal beberapa fakta sering menyeruak ke publik,” beber Irhan.

 

Anehnya lagi, sambung Irhan, setelah terdengar kabar adanya upaya penggeledehan yang dilakukan penegak hukum Polda Jabar, ke sejumlah instansi di Kabupaten Cianjur, belum lama ini, kasus-kasus seperti ini, seakan tidak tersentuh sama sekali.

 

CA beberapa kali dikonfirmasi, membantah keras tudingan itu semua. Bahkan saat dilakukan konfirmasi beberapa waktu lalu, salah satu orang kuat dan berpengaruh di Pemerintahan ini,  sempat mempertanyakan keabsahan data yang dipegang FPKN soal dugaan korupsi yang dikait-kaitkan dengan dirinya. 

 

Ditegaskannya, selama menjabat dirinya sama sekali tidak pernah terlibat dalam indikasi korupsi yang ditudukan selama ini. Bahkan ketika menjabat kedua jabatan itu, tidak pernah ada indikasi korupsi apapun, termasuk dugaan korupsi pengadaan kain batik dan Alat Kesehatan (*)

 

Komentar