Rabu, 23 Mei 2018 | Cianjur, Indonesia

Lonjakan Harga Sulit Dikendalikan

Nuki Nugraha

Kamis, 03 September 2015 - 14:00 WIB

ilustrasi/net
ilustrasi/net
A A A

BERITACIANJUR.COM, JAKARTA – Pemerintah dianggap tidak memiliki instrumen tepat dan cendrung hanya bermain di tataran retorika dalam mengatasi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Sampai saat ini pemerintah belum memiliki kebijakan yang tepat untuk mengendalikan harga-harga, padahal permintaan pangan selalu naik 5 persen per tahunnya. Kemungkinan kita memang tidak memiliki instrumen yang baik untuk mengendalikan harga,” ujar pengamat pangan Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia, Khudori kepada media, Rabu ( 2/9/2015).

Ia mengungkapkan, persoalan kenaikan harga ini selalu berulang dari tahun ketahun dan tak pernah mendapatkan jalan keluar yang memuaskan, terutama dari sisi konsumen.

“Masyarakatlah yang paling terkena imbasnya, kalau bahan bahan pokok seperti beras, cabai, bawang merah, daging dan lainnya mengalami kenaikan,”terangnya.

Menurutnya, saat ini semua pengendalian harga bahan pokok diserahkan ke mekanisme pasar bukan langsung diputuskan oleh pemerintah. Selain itu, pemerintah hanya bermain di tataran retorika dan tidak langsung melakukan aksi di lapangan.

Dijelaskan bahwa diluar harga beras, ada daging, sayur-sayuran dan bahan pokok lainnya yang selalu dilimpahkan ke mekanisme pasar. “Inilah yang kemudian membuat rakyat ketar-ketir. Karena ada kenaikan harga bahan pokok di beberapa daerah," terang Khudori.

Sebetulnya, lanjut Khudori ada pihak yang memiliki hak mengendalikan harga pasar, namun hingga kini pihak tersebut tidak diberikan wewenang dalam mengendalikan harga di pasaran yaitu Bulog. Lembaga ini didesain untuk memiliki cadangan kebutuhan pokok yang dapat dilepas kapan pun untuk membuat harga stabil.

Tetapi, hal itu tidak dapat dilakukan, karena birokrasi yang mengharuskan ada perintah dari pemerintah dan administrasi yang perlu diselesaikan sebelum menggelontorkan pasokan.

“Jadi sebetulnya Bulog seperti pasukan tempur yang tidak dibekali amunisi yang memadai, akhirnya apa, ya setengah-setengah melakukan pengendalian harga," katanya.

Hal senada dikatakan Guru Besar Fakultas Pasca Sarjana Ekonomi Universitas (UI) Prof Didik J Racbini. Menurutnya, jika ingin harga bahan pokok stabil, maka Bulog harus diberdayakan. “Bulog jangan disingkirkan seperti saat ini. Kalau Bulog sudah bekerja namun harga tidak stabil, berarti pemerintah harus turun tangan,” kata Didik.

Menurut Didik, untuk itu perlu dilakukan operasi pasar sebab pedagang banyak juga yang menimbun barang untuk menaikkan harga. Jika harga bahan pokok sampai tidak turun setelah dilakukan operasi pasar, menurut Didik bukan operasi pasar sungguhan. Karena jika sungguh-sungguh pasti harga bisa turun.(net)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14 menit yang lalu

Ini Pemborosan dan Penyelewengan Anggaran

PENGAKUAN Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman yang menyebutkan bahwa dirinya dan pejabat Pemkab Cianjur lainnya termasuk bupati, menerima bagian dari alokasi dana insentif pemungutan Pajak Penerangan…

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Kapolres Minta Personel Jalankan Buddy System

KAPOLRES Cianjur AKBP Soliyah SIK, MH mengimbau personelnya agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam melaksanakan tugas dilapangan sebagai upaya antisipasi aksi teror.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Karyawan Perumdam Tirta Mukti Tingkatkan Ibadah

BULAN Ramadan menjadi momentum setiap orang untuk berlomba mendapatkan pahala di bulan suci itu. Tak terkecuali para karyawan di lingkungan Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Cianjur.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Disdukcapil Minta Perbaikan Jaringan Dipercepat

DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait adanya gangguan server dalam pembuatan KTP elektronik dalam tiga hari terakhir.

Si Maung 9 jam yang lalu

JAGA KEANGKERAN 'KANDANG MAUNG'

DEMI harga diri tampil di 'kandang maung' dan target menembus papan atas, kemenangan menjadi harga mati bagi Persib saat menjamu PSM Makassar dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-10, di Stadion Gelora Bandung…

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

CAI Soroti Pendirian Mall GSP Ciranjang

PENDIRIAN Ruko dan Mall GSP Ciranjang kembali mendapat sorotan publik. Kali ini sorotan tajam disampaikan kalangan aktivis yang tergabung dalam Cianjur Aktivis Independen (CAI).

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Pemicu Terjadinya Macet Di Ciranjang Bertambah

JALAN raya Cianjur - Bandung tepatnya di pertigaan jalan masuk ke pasar, Bojongpicung dan menuju jalan Jati, setiap harinya tak pernah sepi kendaraan motor maupun mobil.

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

PJU Tak Ada, Jalan Kebon Jeruk Rawan Lakalantas

TIDAK tersedianya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang ruas jalan Ciranjang - Bojongpicung tepatnya di Kampung Kebon Jeruk, Kecamatan Bojongpicung menyebabkan lokasi tersebut rawan terjadi…

Aktualita 24 jam yang lalu

Wabup Akui Nikmati Upah Pungut

TERNYATA, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman mengakui jika dirinya memang menerima bagian dari alokasi dana insentif pemungutan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU). Kok bisa?

Cianjur Euy 22/05/2018 06:05 WIB

Longsor Tutup Akses Jalan Ke Gunung Padang

BENCANA longsor kembali menerjang Kabupaten Cianjur, kini terjadi di wilayah Kecamatan Campaka. Akibatnya, akses jalan menuju situs Meghalitikum Gunung Padang sempat tertutup longsoran tanah, Jumat (18/5/2018)…