Kamis, 14 Desember 2017 | Cianjur, Indonesia

Lonjakan Harga Sulit Dikendalikan

Nuki Nugraha

Kamis, 03 September 2015 - 14:00 WIB

ilustrasi/net
ilustrasi/net
A A A

BERITACIANJUR.COM, JAKARTA – Pemerintah dianggap tidak memiliki instrumen tepat dan cendrung hanya bermain di tataran retorika dalam mengatasi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Sampai saat ini pemerintah belum memiliki kebijakan yang tepat untuk mengendalikan harga-harga, padahal permintaan pangan selalu naik 5 persen per tahunnya. Kemungkinan kita memang tidak memiliki instrumen yang baik untuk mengendalikan harga,” ujar pengamat pangan Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia, Khudori kepada media, Rabu ( 2/9/2015).

Ia mengungkapkan, persoalan kenaikan harga ini selalu berulang dari tahun ketahun dan tak pernah mendapatkan jalan keluar yang memuaskan, terutama dari sisi konsumen.

“Masyarakatlah yang paling terkena imbasnya, kalau bahan bahan pokok seperti beras, cabai, bawang merah, daging dan lainnya mengalami kenaikan,”terangnya.

Menurutnya, saat ini semua pengendalian harga bahan pokok diserahkan ke mekanisme pasar bukan langsung diputuskan oleh pemerintah. Selain itu, pemerintah hanya bermain di tataran retorika dan tidak langsung melakukan aksi di lapangan.

Dijelaskan bahwa diluar harga beras, ada daging, sayur-sayuran dan bahan pokok lainnya yang selalu dilimpahkan ke mekanisme pasar. “Inilah yang kemudian membuat rakyat ketar-ketir. Karena ada kenaikan harga bahan pokok di beberapa daerah," terang Khudori.

Sebetulnya, lanjut Khudori ada pihak yang memiliki hak mengendalikan harga pasar, namun hingga kini pihak tersebut tidak diberikan wewenang dalam mengendalikan harga di pasaran yaitu Bulog. Lembaga ini didesain untuk memiliki cadangan kebutuhan pokok yang dapat dilepas kapan pun untuk membuat harga stabil.

Tetapi, hal itu tidak dapat dilakukan, karena birokrasi yang mengharuskan ada perintah dari pemerintah dan administrasi yang perlu diselesaikan sebelum menggelontorkan pasokan.

“Jadi sebetulnya Bulog seperti pasukan tempur yang tidak dibekali amunisi yang memadai, akhirnya apa, ya setengah-setengah melakukan pengendalian harga," katanya.

Hal senada dikatakan Guru Besar Fakultas Pasca Sarjana Ekonomi Universitas (UI) Prof Didik J Racbini. Menurutnya, jika ingin harga bahan pokok stabil, maka Bulog harus diberdayakan. “Bulog jangan disingkirkan seperti saat ini. Kalau Bulog sudah bekerja namun harga tidak stabil, berarti pemerintah harus turun tangan,” kata Didik.

Menurut Didik, untuk itu perlu dilakukan operasi pasar sebab pedagang banyak juga yang menimbun barang untuk menaikkan harga. Jika harga bahan pokok sampai tidak turun setelah dilakukan operasi pasar, menurut Didik bukan operasi pasar sungguhan. Karena jika sungguh-sungguh pasti harga bisa turun.(net)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 10 jam yang lalu

24 Siswa SMK Darmawangsa Siap Prakerin

Sebanyak 24 siswa kelas XI SMK Kesehatan Darmawangsa Cianjur, dinyatakan siap melaksanakan prakerin 2017-2018 dengan usainya pelaksanaan ujian pra-prakerin (UPP).

Aktualita 11 jam yang lalu

Cegah Difteri dengan Imunisasi

WABAH difteri di Cianjur makin meluas sehingga meneror masyarakat. Betapa tidak, di sepanjang 2017, tercatat 11 orang di lima lokasi berbeda terjangkit dan dua di antaranya meninggal dunia.

Aktualita 11 jam yang lalu

Dinkes Bilang Vaksin Halal, MUI: Kami Belum Pernah Terbitkan Sertifikasi Halal

KEPALABidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Neneng Efa Fatimah mengatakan, masih banyak warga Cianjur yang belum sadar pentingnya imunisasi.

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Rem Blong, Truk Tronton Seruduk Mobil dan Pagar Rumah

KECELAKAAN kembali terjadi di ruas Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, Kampung/Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong, Cianjur, Rabu (13/12/2017) sekitar pukul 05.00 WIB.

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Nasib Ratusan Buruh PT Ikon Garmindo, Harus Diselesaikan di Pengadilan

ANJURAN penyelesaian persoalan hak-hak buruh PT Ikon Garmindo ke ranah Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), ternyata tidak hanya disampaikan pihak Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cianjur. 

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Tak Mudah Terbuai Iming-iming Investor

Alih fungsi lahan produktif di Kabupaten Cianjur terbilang menggila. Ratusan bahkan ribuan hektar lahan pesawahan di Kabupaten yang mayoritas masyarakatnya bergelut di bidang agraris (pertanian, red)…

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

2018 Bantuan DD Akan Naik Kabar Hoax

Kabar adanya kenaikan untuk pagu bantuan Dana Desa (DD) di Tahun 2018, nyatanya sebatas berita bohong belaka alias Kabar Hoax.  Hal tersebut dikatakan Kepala Desa Mekarwangi, Kecamatan Haurwangi, Cecep…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Pemenang Tender Terbukti Subkan Pekerjaan

TERUNGKAP, pelaksanaan kegiatan perataan dan pemagaran pembangunan Masjid Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi ternyata disub kontrakkan oleh pihak pemenang tender.

Cianjur Euy 18 jam yang lalu

MTs Manarulhuda Adakan Bengkel Kreasi Siswa

MTs Manarulhuda mengadakan kegiatan Bengkel Kreasi Siswa, selasa (12/12) pagi hari. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah, Desa Sukamanah Kecamatan Karangtengah itu dihadiri orangtua siswa dan…

Cianjur Euy 18 jam yang lalu

Pemkab Siap Laksanakan Kebijakan Satu Jalur

Uji coba kebijakan satu jalur di sejumlah ruas jalan di wilayah perkotaan Kabupaten Cianjur ditunda hingga awal Januari 2018. Fokus pengamanan dan rekayasa lalulintas menghadapi Natal dan Tahun baru menjadi…