Jumat, 27 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Aturan Anyar BPK Bisa Seret CA ke Ranah Hukum

Rustandi/Wawan

Selasa, 02 Mei 2017 - 06:00 WIB

karikatur: Nandang s/bc
karikatur: Nandang s/bc
A A A

*Diduga Terlibat Tindakan Merugikan Keuangan Negara

BERITACIANJUR.COM - TERBITNYA aturan BPK No 2/2017 tentang pemantauan pelaksanaan tindakl lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK, diyakini kelompok anti korupsi, dapat menyeret Sekda Cianjur CA, ke ranah hukum.

Pengiat anti korupsi dari Cianjur Global Institute, Ifan Ridwan, menilai, aturan yang lahir pada tanggal 6 Januari itu, memberi ruang bagi penegak hokum, untuk melaksanakan atau menindaklanjuti temuan BPK, atas satu masalah yang terindikasi merugikan keuangan Negara.

“Aturan ini, sebetulnya lebih condong pada penegasan, agar Pejabat pemerintahan, melaksanakan rekomendasi BPK atas hasil audit yang telah dilakukan.  Biasanya, masyarakat umum, lebih paham dengan sebutan tindak lanjut terhadap temuan atau rekomendasi yang dikeluarkan BPK,” kata Ifan saat dirinya ditemui Harian Berita Cianjur, sebelum berangkat ke Polres Cianjur.

Ifan menejelaskan, aturan ini memungkinkan dijadikan rujukan hokum positif, melaporkan dugaan pelanggaran atau indikasi korupsi pejabat negara ke penegak hukum.  Seperti, dugaan keterlibatan CA dalam hilangnya barang Alat Kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan priode 2009-2010. Lewat aturan ini, tidak ada alasan, pejabat bersangkutan mengelak dari tanggungjawab, karena batas ambang melaksanakan rekomendasi BPK sangat tegas.

Dibeberkan Ifan, dalam Bab IV tentang pemantauan pelaksanaan tindakl lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK, pasal 9 menegaskan, apabila dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), klasifikasi tindak lanjut belum sesuai dengan rekomendasi, atau rekomendasi belum ditindaklanjuti, BPK dapat melaporkan kepada instansi yang berwenang.

“Dengan isi pasal itu saja, sudah jelas kedudukannya. Maka jika melihat hasil audit atas keberadaan asset barang alkes tahun 2009-2010, ada rekomendasi yang belum tertuntaskan. Kalau melewati batas 60 hari yang sudah ditentukan dalam aturan ini, kemudian ini bisa ditindaklanjuti aparat penegak hokum seperti polisi,” lugasnya.

Mengamini pendapat rekannya, Muhammad Fadil Fahmi, mengungkap, jika dihitung mundur dengan temuan yang selama menyeruak ke publik, maka dugaan pelanggaran yang dilakukan CA sudah layak ditindaklanjuti hokum

“Makanya kita akan melakukan koordinasi dengan beberapa pihak lainnya seperti, FPKN, Fordismara, dalam merumuskan bentuk laporan ke penegak hukumnya. Nanti lah setelah semua ini selesai, kita akan beberkan lagi ke public,” sebutnya.

sebelumnya ketua FPKN, Irhan Muhammad, membeberkan, sejumlah data dugaan korupsi yang menyeret CA, ketika menjabat Sekretaris Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan, terhitung sejak 2009 -2016, selayaknya dapat diusut tuntas aparat penegak hukum.

“Nilai yang diduga terkorupsi pada dalam rentang waktu tadi, cukup fantastis. Masalahnya, kenapa hingga saat ini, aparat penegak hukum seperti dibutakan begitu saja.  Padahal beberapa fakta sering menyeruak ke publik,” beber Irhan.

 Seperti diketahui, meski sejumlah element anti korupsi menuding adanya tindakan korupsi yang diduga menyeret namanya, namun CA beberapa kali dikonfirmasi, membantah keras tudingan itu semua.

Bahkan saat dilakukan konfirmasi beberapa waktu lalu, salah satu orang kuat dan berpengaruh di Pemerintahan ini,  sempat mempertanyakan keabsahan data yang dipegang FPKN soal dugaan korupsi yang dikait-kaitkan dengan dirinya.

“Saya sama sekali tidak pernah terlibat dalam indikasi korupsi yang ditudukan selama ini. Bahkan saat menjabat kedua jabatan itu, tidak pernah ada indikasi korupsi apapun, termasuk dugaan korupsi Alkes,” katanya.

CA malah balik mempertanyakan, kalau indikasi kehilangan ALkes yang ditudingkan kepada dirinya, harus kembali dicek kebenarannya. “Anda tanya kapan itu hilangnya. Jelas jaman saya itu ada dan tidak pernah hilang,” ucap CA balik memerintahkan untuk kembali mengkonfirmasikan data.

Terpisah, Kabid Aset di Dinas DPKAD Cianjur Endan Hamdani, mengkonfirmasikan, pihaknya belum begitu tahu soal asset Alkes yang dikatakan hilang. “Itu harus anda tanyakan ke Dinas Teknis nya langsung,” jawabnya singkat.  (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Petani Penggarap di Cianjur Tuntut Penerapan Reforma Agraria

RATUSAN petani penggarap di Cianjur menggeruduk gedung DPRD Kabupaten Cianjur, di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kamis (26/4/2018) pagi.Mereka menuntut pemerintah mengimplementasikan reforma agraria karena…

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Lodaya 2018

KAPOLRES Cianjur AKBP Soliyah SIK, MH memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Lodaya 2018 di Lapangan Utama Mapolres Cianjur, Jalan KH Abdulah bin Nuh, Kamis (26/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Warga Terdampak Banjir di Ciadun Kembali Tempati Rumah

WARGA di sejumlah kampung di Desa Kertajadi dan Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun yang sempat mengungsi akibat perkampungannya diterjang banjir bandang sudah kembali ke rumah mereka.

Aktualita 22 jam yang lalu

Dua Kali, Kadisdik Diperiksa Polres

DUGAAN korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Cianjur semakin menguat. Hal itu menyusul diperiksanya Kadisdik Cianjur, Cecep Sobandi oleh Kepolisian Resor (Polres) Cianjur.

Aktualita 22 jam yang lalu

Dugaan Permainan Proyek Terendus, Kadis Pertanian Dipanggil Polisi

WOW, ada apa dengan Cianjur? Setelah Kadisdik diperiksa karena dugaan korupsi, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano pun dipanggil Sat Reskrim Polres…

Bisnis Line 25/04/2018 21:43 WIB

MyRobo Kembali ‘Unjuk Gigi’ Melalui Event CRG

SEJUMLAH pelajar dari SMP Al Azhar Cianjur yang tergabung dalam MyRobo berhasil mengharumkan nama Kabupaten Cianjur di kancah Internasional. Setelah mengalahkan kontingen dari beberapa Negara di Asia,…

Cianjur Euy 25/04/2018 21:06 WIB

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Cianjur Selatan

RATUSAN keluarga dievakuasi karena meluapnya air Sungai Cidamar, Kecamatan Cidaun. Sementara jalur penghubung Cianjur-Bandung di Kecamatan Naringgul tertutup longsor, akibatnya arus lalulintas di ruas…

Cianjur Euy 25/04/2018 21:06 WIB

Polres Cianjur Siap Gelar Ops Patuh Lodaya 2018

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur melalui Satuan Lalulintas Polres Cianjur akan menggelar Operasi Patuh Lodaya 2018, mulai Kamis (26/4/2018) hingga Minggu (6/5/2018).

Aktualita 25/04/2018 08:00 WIB

Mundur Sebelum Kami Turun Tangan

SEGERALAH untuk mundur sebelum kami yang turun tangan. Kalimat itulah yang tertulis dalam Surat Pernyataan Terbuka untuk Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dan wakilnya, Herman Suherman.

Aktualita 25/04/2018 07:55 WIB

Akhirnya Bupati Berani Sambangi Acara Menteri

Ada yang berbeda saat acara launching program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) yang digelar Kementrian Pertanian (Kementan) di Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Senin (23/4/2018) lalu.