Selasa, 17 Juli 2018 | Cianjur, Indonesia

Aturan Anyar BPK Bisa Seret CA ke Ranah Hukum

Rustandi/Wawan

Selasa, 02 Mei 2017 - 06:00 WIB

karikatur: Nandang s/bc
karikatur: Nandang s/bc
A A A

*Diduga Terlibat Tindakan Merugikan Keuangan Negara

BERITACIANJUR.COM - TERBITNYA aturan BPK No 2/2017 tentang pemantauan pelaksanaan tindakl lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK, diyakini kelompok anti korupsi, dapat menyeret Sekda Cianjur CA, ke ranah hukum.

Pengiat anti korupsi dari Cianjur Global Institute, Ifan Ridwan, menilai, aturan yang lahir pada tanggal 6 Januari itu, memberi ruang bagi penegak hokum, untuk melaksanakan atau menindaklanjuti temuan BPK, atas satu masalah yang terindikasi merugikan keuangan Negara.

“Aturan ini, sebetulnya lebih condong pada penegasan, agar Pejabat pemerintahan, melaksanakan rekomendasi BPK atas hasil audit yang telah dilakukan.  Biasanya, masyarakat umum, lebih paham dengan sebutan tindak lanjut terhadap temuan atau rekomendasi yang dikeluarkan BPK,” kata Ifan saat dirinya ditemui Harian Berita Cianjur, sebelum berangkat ke Polres Cianjur.

Ifan menejelaskan, aturan ini memungkinkan dijadikan rujukan hokum positif, melaporkan dugaan pelanggaran atau indikasi korupsi pejabat negara ke penegak hukum.  Seperti, dugaan keterlibatan CA dalam hilangnya barang Alat Kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan priode 2009-2010. Lewat aturan ini, tidak ada alasan, pejabat bersangkutan mengelak dari tanggungjawab, karena batas ambang melaksanakan rekomendasi BPK sangat tegas.

Dibeberkan Ifan, dalam Bab IV tentang pemantauan pelaksanaan tindakl lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK, pasal 9 menegaskan, apabila dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), klasifikasi tindak lanjut belum sesuai dengan rekomendasi, atau rekomendasi belum ditindaklanjuti, BPK dapat melaporkan kepada instansi yang berwenang.

“Dengan isi pasal itu saja, sudah jelas kedudukannya. Maka jika melihat hasil audit atas keberadaan asset barang alkes tahun 2009-2010, ada rekomendasi yang belum tertuntaskan. Kalau melewati batas 60 hari yang sudah ditentukan dalam aturan ini, kemudian ini bisa ditindaklanjuti aparat penegak hokum seperti polisi,” lugasnya.

Mengamini pendapat rekannya, Muhammad Fadil Fahmi, mengungkap, jika dihitung mundur dengan temuan yang selama menyeruak ke publik, maka dugaan pelanggaran yang dilakukan CA sudah layak ditindaklanjuti hokum

“Makanya kita akan melakukan koordinasi dengan beberapa pihak lainnya seperti, FPKN, Fordismara, dalam merumuskan bentuk laporan ke penegak hukumnya. Nanti lah setelah semua ini selesai, kita akan beberkan lagi ke public,” sebutnya.

sebelumnya ketua FPKN, Irhan Muhammad, membeberkan, sejumlah data dugaan korupsi yang menyeret CA, ketika menjabat Sekretaris Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan, terhitung sejak 2009 -2016, selayaknya dapat diusut tuntas aparat penegak hukum.

“Nilai yang diduga terkorupsi pada dalam rentang waktu tadi, cukup fantastis. Masalahnya, kenapa hingga saat ini, aparat penegak hukum seperti dibutakan begitu saja.  Padahal beberapa fakta sering menyeruak ke publik,” beber Irhan.

 Seperti diketahui, meski sejumlah element anti korupsi menuding adanya tindakan korupsi yang diduga menyeret namanya, namun CA beberapa kali dikonfirmasi, membantah keras tudingan itu semua.

Bahkan saat dilakukan konfirmasi beberapa waktu lalu, salah satu orang kuat dan berpengaruh di Pemerintahan ini,  sempat mempertanyakan keabsahan data yang dipegang FPKN soal dugaan korupsi yang dikait-kaitkan dengan dirinya.

“Saya sama sekali tidak pernah terlibat dalam indikasi korupsi yang ditudukan selama ini. Bahkan saat menjabat kedua jabatan itu, tidak pernah ada indikasi korupsi apapun, termasuk dugaan korupsi Alkes,” katanya.

CA malah balik mempertanyakan, kalau indikasi kehilangan ALkes yang ditudingkan kepada dirinya, harus kembali dicek kebenarannya. “Anda tanya kapan itu hilangnya. Jelas jaman saya itu ada dan tidak pernah hilang,” ucap CA balik memerintahkan untuk kembali mengkonfirmasikan data.

Terpisah, Kabid Aset di Dinas DPKAD Cianjur Endan Hamdani, mengkonfirmasikan, pihaknya belum begitu tahu soal asset Alkes yang dikatakan hilang. “Itu harus anda tanyakan ke Dinas Teknis nya langsung,” jawabnya singkat.  (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 5 jam yang lalu

PT TSW Akan Ditutup, Camat Upayakan Mediasi

MENYIKAPI pernyataan pengusaha PT Three Six World (PT TSW), yang dalam waktu dekat akan menutup usahanya, Kecamatan Ciranjang akan menggelar rapat dengan para pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan…

Cianjur Euy 5 jam yang lalu

Galian C Pasir Lemu Karangtengah Makan Korban

GALIAN C Kampung Pasir Lemu RT, 02 /05, Desa Sukajadi, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, minggu 16/07 sekira pukul 11,15 Wib, ambruk menutupi dua alat berat (Beko) hingga satu orang opratornta tewas seketika…

Cianjur Euy 5 jam yang lalu

Jembatan Gantung Kali Cilaku Rusak Berat

JEMBATAN gantung terbuat dari anyaman bambu, sepanjang keurang lebih 100 meter, lebar 1,2 meter, yang melintasi kali Cilaku kondisinya rusak berat.

Aktualita 21 jam yang lalu

Korupsi di Cianjur Aman?

KORUPSI di Cianjur aman. Begitu kata seorang aktivis, menyikapi sederet temuan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur yang kini mencuat dan ramai dibicarakan publik.

Cianjur Euy 15/07/2018 23:11 WIB

Tahun ini, Rp3,5 M untuk Proyek Buku RT

DANA Rukun Tetangga (RT) yang diluncurkan pemerintah Kabupaten Cianjur setiap tahunnya, kerap jadi bidikan kalangan pengusaha yang berniat mengais keuntungan.

Cianjur Euy 15/07/2018 23:09 WIB

Warga Mekargalih Kudu Waspada

WARGA Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur harus lebih waspada saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, tak berpenghuni.

Cianjur Euy 15/07/2018 23:07 WIB

Polsek Warungkondang Siap Menjawab Keinginan Masyarakat

PERINGATI HUT Bhayangkara ke 72 Polsek Warungkondang, Kabupaten Cianjur gelar syukuran, Sabtu (14/7/2018). Terlihat seluruh kalangan masyarakat menjadi tamu undangan.

Cianjur Euy 15/07/2018 20:15 WIB

Asian GamesXVIII Ajang Dongkrak Sektor Pariwisata

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bakal memaskimalkan momentum gelaran Asian Games XVIII/2018 untuk mempromosikan dan mendongkrak sektor pariwisata.

Aktualita 13/07/2018 07:00 WIB

Masyarakat Muak dengan Kebijakan Bupati

DUGAAN kuat pelanggaran Megaproyek Campaka tak hanya ramai diberitakan di media massa, namun ternyata isu kebijakan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar terkait pemindahan ibu kota juga viral di jejaring…

Aktualita 13/07/2018 06:55 WIB

Didemo Warga, Pengusaha Balik Ancam Akan Tutup Perusahaan

Ratusan warga Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, mendemo PT Three Six World (PT.TSW), Kamis (12/7/2018)