Sabtu, 21 Juli 2018 | Cianjur, Indonesia

Gelar Panen Perdana Sayuran Paprika di Tabrik

Mustofa/Adv.

Selasa, 16 Mei 2017 - 23:42 WIB

Foto: Mustofa/BC
Foto: Mustofa/BC
A A A

AQUA Grup Dampingi Petani Gunakan Pertanian Sehat
 

BERITACIANJUR.COM - HIMPUNAN Petani Organik Cianjur (Hipoci) bersama AQUA Grup, Selasa (16/5/2017) menggelar panen perdana tanaman sayuran Paprika di Kampung Tabrik, Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong. Tanaman sayuran Paprika tersebut ditanam petani dampingan Aqua Grup pada program Ecoframing.

Paprika yang dipanen tersebut dikelola dengan menggunakan pendekatan pertanian sehat.  Dalam pendekatan pertanian sehat tersebut, petani didorong untuk menggunakan pestisida alami  dan mengelola kotoran ternak menjadi  pupuk organik dengan cara composting sehingga mengurangi resiko pencemaran pestisida di tanah dan E-coli di sumber air.  

“Paprika tersebut ditanam dengan menggunakan pendekatan konsep pertanian sehat yaitu  mengurangi pemakaian pestisida hingga 75%.  Selain itu, pertanian juga dilakukan dengan modifikasi teknis untuk pengairannya dengan model panen air hujan,” jelas Arief Fatullah, Senior Sustainable Development Manager AQUA Grup.  

Menurut Arief, diambilnya wilayah Kampung Tabrik, Desa Gekbrong untuk mengembangkan Program Ecofarming berdasarkan studi dari Universitas Padjajaran. Di Kampung Tabrik teridentifikasi memiliki resiko tinggi terkontaminasi pestisida dan E-coli yang disebabkan penggunaan pupuk kandang tanpa komposting.

Sementara itu, sayuran Paprika yang menjadi pailot project tersebut berada di enam green house di lahan seluas 1,2 hektar.  Satu greenhouse rata-rata bisa untuk menanam 1000 sayuran paprika “Agar petani terdorong untuk melakukan praktik pertanian sehat, maka kami memfasilitasi  hasil sayuran mereka ini dapat terbeli  dengan harga yang tinggi.  Kami bekerja sama dengan beberapa jaringan restaurant yang sudah berkomitmen untuk membeli produk sayuran sehat ini,” tambah Arif.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Gede Lestari, Desa Gekbrong, Uden Suherlan mengaku sangat terbantu dengan pola program Ecoframing yang diberikan AQUA Grup. "Kami sangat terbantu, apalagi kami juga dibekali dengan pengetahuan-pengetahuan yang selama ini kami belum tahu, sekarang bisa kami pahami dan bisa dipraktekkan," kata Oden dilokasi panen raya.

Oden menyebut, sebagai petani salah satu kendala yang dihadapi adalah pasar. Dengan pola tanam seperti ini pasar sudah menunggu. "Tinggal kita menjaga kualitas produk, karena pasar sudah jelas-jelas menanti," paparnya.

Pihaknya mengakui, untuk pola tanam sayuran Paprika yang dikembangkan saat ini dalam luasan ukuran satu green house sekitar 200 meter bisa menghasilkan keuntungan dikisaran Rp 2,5-3 juta untuk sekali panen. "Ya keuntungannya lumayan, itu jika diasumsikan harga per kilogramnya Rp 20 ribu," paparnya.

Dalam menanam sayuran Paprika ini pihaknya mengaku ada kendala yang harus dihadapi terkait perubahan cuaca. Serangan hama embun tepung sulit untuk dihindari. "Itu saja salah satu hamanya dengan perubahan cuaca seperti ini, tapi bisa kami atasi," paparnya.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Pangan dan Holtikuktura Kabupaten Cianjur Abdul Hanan Sukmana mengungkapkan, Pemkab Cianjur mendukung penuh gerakan pertanian ramah lingkungan yang dikembangkan di Kampung Tabrik, Desa Gekbrong. Salah satunya dengan pengembangan sayuran Paprika.

"Kami mengapresiasi terhadap apa yang dilakukan para petani dampingan dari AQUA Grup ini. Sayuran Paprika memang tergolong masih baru dikembangkan di Cianjur. Kita akan dorong sayuran jenis ini bisa lebih berkembang, apalagi jika meluat peluang pasar masih sangat terbuka," kata Hanan terpisah. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 20/07/2018 07:00 WIB

Rancangan Perubahan RTRW Sarat Kepentingan

BELUM beres dengan persoalan sejumlah kasus dugaan korupsi di Cianjur, kini kembali muncul permasalahan baru yang juga menjadi sorotan tajam publik Cianjur. Ada apa lagi?

Cianjur Euy 19/07/2018 21:35 WIB

Harga Map Pengurusan Adminduk Disoal Warga

PENGURUSAN administrasi penduduk (adminduk) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur seluruhnya gratis. Namun, beberapa hari ini, masyarakat yang mengurus adminduk mempertanyakan…

Cianjur Euy 19/07/2018 21:34 WIB

Masyarakat Cibiuk Datangi DPMPTSP

PULUHAN masyarakat Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang mendatangi kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kamis (19/7).

Cianjur Euy 19/07/2018 21:33 WIB

9 Pemuda Terampil Siap Bangun Perkonomian Desa

SEDIKITNYA 12 pemuda desa diberangkatkan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Haurwangi, Kabupaten Cianjur mengikuti pendidikan keterampilan di kota Bekasi. Mereka diberangkatkan TKSK sekitar 4 bulan…

Cianjur Euy 19/07/2018 18:23 WIB

Ratusan Hektar Sawah di Cibeber Alami Kekeringan

RATUSAN hektar lahan sawah di Desa Girimulya, Kecamatan Cibeber kekeringan akibat terdampak kemarau panjang.

Cianjur Euy 19/07/2018 18:20 WIB

Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup

MENGANTISIPASI kerusakan vegetasi karena kekeringan akibat musim kemarau. Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango akan ditutup pada pertengahan Agustus mendatang.

Cianjur Euy 19/07/2018 18:12 WIB

Pesantren Ideal Untuk Filter Penyebaran Hoax

PONDOK Pesantren (Pontren) menjadi tempat yang dinilai efektif untuk menekan dan mengantisipasi penyebaran berita bohong (hoaks) di lingkungan masyarakat.

Cianjur Euy 19/07/2018 18:09 WIB

PLN Upayakan yang Terbaik untuk Bocah Korban Tersengat Listrik

PERUSAHAAN Listrik Negara (PLN) Area Cianjur memaksimalkan upaya kemanusiaan untuk Enda Supriyadi (7) bocah yang tersengat listrik, dan kini menjalani pengobatan alternatif di wilayah Sukalarang, Kabupaten…

Cianjur Euy 19/07/2018 18:06 WIB

Satreskrim Polres Cianjur Tangkap Lima Pelaku Tindak Pidana

SATUAN Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Cianjur dalam beberapa bulan terakhir.

Aktualita 19/07/2018 07:00 WIB

Ini Deretan Dugaan Kasus Korupsi

BUKAN hanya Megaproyek Campaka, ternyata ada lebih dari tujuh kasus dugaan korupsi lainnya yang terjadi di Cianjur. Benarkah?