Sabtu, 20 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Bright Gas Sudah Terdistribusikan ke 204 Kota/Kabupaten

Rizky/rls

Senin, 22 Mei 2017 - 00:58 WIB

CAPTION : Karyawan PT. Berkah Niaga Arsinda, nampak ramah mengatur lalu lintas pesanan Bright Gas untuk beberapa outlet di Kabupaten Cianjur. (foto:rizky/bc)
CAPTION : Karyawan PT. Berkah Niaga Arsinda, nampak ramah mengatur lalu lintas pesanan Bright Gas untuk beberapa outlet di Kabupaten Cianjur. (foto:rizky/bc)
A A A

BERITACIANJUR.COM - VICE President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan konsumen merespons positif distribusi liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi melalui Bright Gas. Saat ini, agar subsidi LPG tepat sasaran, perseroan menyediakan Bright Gas ukuran 12 Kg yang terdapat di 204 Kabupaten/Kota dan ukuran 5,5 Kg terdapat di 161 Kabupaten/Kota.

Berdasarkan data, realisasi konsumsi LPG subsidi pada 2015 sebesar 5,56 juta ton dan LPG nonsubsidi sebesar 816.000 ton. Sementara, pada 2016, LPG subsidi terealisasi sebesar 6 juta ton sesuai kuota yang ditetapkan, sedangkan nonsubsidi sebesar 788.900 ton.

“Saat ini, market share Bright Gas sudah mencapai 15 persen dari total penjualan produk LPG nonsubsidi atau lebih tinggi 5 basis poin dari realisasi tahun lalu sekitar 10 persen," ujarnya melalui rilis elektronik yang diterima "BC", Jumat (10/5/2017).

Pihaknya akan menambah daerah cakupan Bright Gas untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Caranya, dengan menambah jumlah agen yang menyalurkan ketiga varian produk yang diharapkan bisa menggeser konsumsi LPG subsidi.

"Kalau sekarang kami distribusikan secara masif tentu akan lebih banyak diserap konsumen," katanya.

Terpisah, Area Manager Communication & Relations PT Pertamina (Persero) Jawa Bagian Barat Yudi Nugraha mengaku untuk stok gas subsidi di wilayah Jawa Barat jelang bulan suci Ramadan, masih tetap disesuaikan dengan kebutuhan. Pihaknya mengimbau agar masyarakat menengah keatas agar totalitas mengkonversikan pemakaian gas bersubsidi ke produk Bright Gas. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 15 jam yang lalu

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 20 jam yang lalu

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 20 jam yang lalu

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:50 WIB

Bulan Ini, Pasien Difteri Capai 15 Orang

PASIEN Difteri yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur jumlahnya terus bertambah. Sejak awal 2018, jumlah pasien penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung…

Aktualita 18/01/2018 08:10 WIB

BPLHD dan Penyidik Polda Jabar Datangi RSUD, Ada Apa?

SEGUDANG masalah terjadi di RSUD Sayang Cianjur. Tak hanya soal limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibiarkan menumpuk di ruangan terbuka, namun juga terdapat dua masalah besar lainnya yang hingga…

Aktualita 18/01/2018 08:05 WIB

Ini Pembohongan Publik, Wajib Diusut Tuntas

TERUNGKAPNYA kebohongan pernyataan pihak RSUD melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan…