Sabtu, 20 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Kerajinan Khas Cijagang Dilirik Dispar Jabar

Rizky

Senin, 29 Mei 2017 - 23:32 WIB

Foto: Rizky/BC
Foto: Rizky/BC
A A A

Meski Minim Dukungan Dari Pemkab Cianjur

BERITACIANJUR.COM - MODERNISASI memang telah merambah berbagai sektor kehidupan manusia. Meski demikian, ada pula tren gaya etnik yang tetap memiliki penggemar, terlebih di beberapa komunitas pencintanya. Salah satu contoh tren gaya etnik adalah kerajinan tangan.

Produk kerajinan tangan bernuansa natural, berbahan dasar bambu atau ukiran kayu, masih laris diburu. Sebut saja contohnya kerajinan tangan khas Cianjur dari Desa Cijagang, Kecamatan Cikalongkulon. Produk seni berbahan dasar akar kayu kolaborasi bambu ini mulai ramai pesanan.

Bahkan pekan lalu, hasil karya dari desa yang terkenal dengan wisata religi Cikundul ini dipesan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat.

Kepala Desa Cijagang, Kecamatan Cikalongkulon, Asep Zulkarnaen menjelaskan, ada tiga kelompok pengrajin yang mulai merambah ‘home industri’. Hasil karya mereka, lanjut dia sudah dipamerkan di beberapa parhelatan akbar ‘handy craft’ seperti di TMII (Taman Mini Indonesia Indah), event di Kota lampung, event di Sulawesi ataupun tingkat lokalnya di Expo Pendidikan yang digelar di Lapangan Joglo Cianjur baru-baru ini.

“Saya berbangga dengan para pemuda di desa ini, mengingat di usia belia mereka cukup kreatif dalam menuangkan kreatifitas mereka ke arah yang positif seperti hasil kerajinan tangan dari akar kayu ini,” ucap Kepala Desa yang akrab disapa Kang Zuna ini kepada "BC", beberapa waktu lalu.

Bagi para penggemarnya, karya kerajinan tangan kayu dan akar adalah simbol gaya hidup. Tak Cuma dilihat dari nilai materiilnya, tapi juga dari estetika, fungsi, dan pemaknaannya.

Bermacam rupa bisa dibentuk dari batang kayu dan akarnya. Nilai ekonominya tentu makin tinggi jika sudah jadi. Meski demikian, nilai ekonomis produk kerajinan tersebut sudah ada sebelumnya, jika dilihat dari jenis kayu bahan dasarnya.

“Harga termurah berkisar dari 20 ribu hingga jutaan rupiah. Termahal seperti yang ukuran besar ini harganya mencapai 6 juta rupiah,” pungkasnya.

Zuna juga menjelaskan bahwa, sejauh ini pihaknya baru mendapatkan dukungan dari pihak swasta, lebih detailnya salah satu perusahaan rokok yang ada di kabupaten Cianjur. Ironinya, disaat warganya tengah konsentrasi dan berjuang memasarkan hasil kreatifitas mereka, pihak Pemerintah Kabupaten Cianjur masih belum bisa memberikan dukungan maksimal terhadap kerajinan tangan yang notabenenya khas karya Cianjur ini. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 15 jam yang lalu

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 20 jam yang lalu

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 20 jam yang lalu

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:50 WIB

Bulan Ini, Pasien Difteri Capai 15 Orang

PASIEN Difteri yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur jumlahnya terus bertambah. Sejak awal 2018, jumlah pasien penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung…

Aktualita 18/01/2018 08:10 WIB

BPLHD dan Penyidik Polda Jabar Datangi RSUD, Ada Apa?

SEGUDANG masalah terjadi di RSUD Sayang Cianjur. Tak hanya soal limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibiarkan menumpuk di ruangan terbuka, namun juga terdapat dua masalah besar lainnya yang hingga…

Aktualita 18/01/2018 08:05 WIB

Ini Pembohongan Publik, Wajib Diusut Tuntas

TERUNGKAPNYA kebohongan pernyataan pihak RSUD melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan…