Minggu, 22 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Spaso Menyesal Gagal Eksekusi Penalti

Angga Purwanda

Jumat, 04 September 2015 - 07:00 WIB

spaso/net
spaso/net
A A A

BERITACIANJUR.COM, BANDUNG – Striker asal Montenegro, Ilija Spasojevic, mengaku menyesal dengan gagalnya eksekusi penalti di menit 85, saat laga menghadapi Persiba Balikpapan. Sebagai pemain depan, ia mengaku haus akan gol, sehingga meminta untuk menjadi algojo tendangan penalti kala itu.

"Saya tidak bisa bilang apa-apa, kiper baca tendangan saya. Untung kita sudah punya 3-0. Persib punya eksekutor penalti yaitu Vladimir, tapi saya minta eksekusi. Saya selalu main untuk tim, juga bisa cetak dua gol, yang penting menang dengan skor bagus," kata Spaso.

Spaso menuturkan, ia tak berpikir untuk menjadi top skor. Namun, ia akan selalu haus gol dalam setiap pertandingan.

"Saya tidak berpikir untuk jadi top skor, tapi saya selalu haus gol, dan tadi saya minta untuk lakukan penalti. Saya tetap pikir tim, saya mau bawa juara liga, tapi liga tidak ada. Mudah-mudahan bisa bawa juara turnamen," sambungnya.

Menurut Spaso, meski persiapan tim kurang ideal, namun saat pertandingan skuad Maung Bandung mampu membuktikan permainan yang luar biasa. Bahkan pemain yang sebelumnya menjadi cadangan, dikatakannya, mampu memberikan kontribusi yang baik.

"Persiapan kurang ideal, karena kurang dari satu bulan. Uji coba juga belum dapat permainan kita. Tapi permainan tadi luar biasa. Pemain yang tadi cadangan, bisa naikan tempo. Zulham, Tantan, dan lainnya main bagus," pujinya. (net)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 41 menit yang lalu

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 1 jam yang lalu

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 1 jam yang lalu

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Hari Kartini, Polwan Polres Cianjur Gelar Pengobatan dan Makan Gratis

LIMA ratusan orang dari sejumlah wilayah di Cianjur mengikuti pengobatan gratis di lingkungan Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku, Kamis (19/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Aktualita 19/04/2018 08:00 WIB

Kebohongan Ketua DPRD Terungkap

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi terkait mekanisme penghapusan pendapat akhir fraksi semakin menguat. Benarkah?