Sabtu, 20 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Inden Online Yamaha X-MAX Diburu Konsumen

Heri Elloy

Senin, 24 Juli 2017 - 08:05 WIB

Heri Elloy
Heri Elloy
A A A

TREND konsumtif sepeda motor skutik mengarah ke unit berkapasitas badan ‘Bongsor’. Sebut saja salah satunya Yamaha X-MAX. Pasalnya, setiap Yamaha Indonesia memberlakukan inden online melalui portal www.yamaha-motor.co.id, Yamaha X-MAX selaku varian skutik Yamaha yang tengah naik daun ini, selalu laris diburu konsumen via dunia maya. 

“Pihak Yamaha Indonesia memberlakukan pemesanan via website, selalu digulirkan pertanggal 10 setiap bulannya. Melalui inden online, nantinya akan didistribusikan ke seluruh dealer Yamaha se-Indonesia. Yamaha JG Motor Cianjur pernah juga mendapatkan konsumen melalui inden dunia maya ini,” papar Cepi Hermawan, Branch Manager Yamaha JG Motor Cianjur.

Cepi menjelaskan, inden online ini bisa dilakukan sendiri oleh konsumen, atau konsumen bisa datang langsung ke premium dealer yang akan membantu memesan di website resmi order online itu. Ia juga menjelaskan bulan Juli ini, order online yang kedua untuk X-MAX. Order online perdana X-MAX dilakukan pada 24 Mei 2017 hingga 28 Mei 2017.

Motor premium 250cc yang dijual seharga Rp 55 juta ini,  dilengkapi lampu depan dan belakang LED. Sesuai dengan ketentuan keselamatan berkendara, disematkan juga Hazard Lamp pada X-MAX untuk penanda keadaan darurat. Speedometer multi fungsi berukuran besar dengan MID (multi Information Display) yang memberikan informasi saat berkendara.

Berdasarkan pantauan langsung "BC", melalui display X-MAX di dealer Yamaha JG Cianjur, skutik ini meliki Bagasi ekstra luas, karena mampu menyimpan hingga dua helm full face ukuran XL. Pengendara yang akan berkendara jauh bisa menyimpan bawaannya di dalam bagasi sehingga tetap nyaman. 
 

"Tingginya antusiasme masyarakat merupakan bukti sukses global model yang diproduksi di Indonesia ini. Sekaligus bentuk apresiasi berharga untuk persembahan terbaik Yamaha untuk konsumen Indonesia, khususnya di Kabupaten Cianjur," tutupnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 15 jam yang lalu

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 20 jam yang lalu

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 21 jam yang lalu

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:50 WIB

Bulan Ini, Pasien Difteri Capai 15 Orang

PASIEN Difteri yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur jumlahnya terus bertambah. Sejak awal 2018, jumlah pasien penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung…

Aktualita 18/01/2018 08:10 WIB

BPLHD dan Penyidik Polda Jabar Datangi RSUD, Ada Apa?

SEGUDANG masalah terjadi di RSUD Sayang Cianjur. Tak hanya soal limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibiarkan menumpuk di ruangan terbuka, namun juga terdapat dua masalah besar lainnya yang hingga…

Aktualita 18/01/2018 08:05 WIB

Ini Pembohongan Publik, Wajib Diusut Tuntas

TERUNGKAPNYA kebohongan pernyataan pihak RSUD melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan…