Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 03:50

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Kasus Trafficking Tinggi, Cianjur Jadi Pilot Project Pencegahan

Oleh: Susi Susilawati - Jumat 04 September 2015 | 07:08 WIB

Kasus Trafficking Tinggi, Cianjur Jadi Pilot Project Pencegahan

net

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR – Yayasan Mentari Human Traffciking Survivor Empowerment Program New York menjadikan Cianjur sebagai pilot project atau percontohan program pembinaan antisipasi trafficking. Hal ini didasari tingginya kasus penjualan manusia di Cianjur.

 

Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur Yana Rosdiana mengatakan, sejumlah kasus trafficking menimpa korbannya anak usia sekolah. Hal ini perlu upaya bersama agar kasus trafficking bisa diminimalisir bahkan dihentikan.

 

“Banyak anak usia pelajar, sekitar 14-19 tahun atau usia SMP-SMA di Cianjur menjadi target mafia atau mucikari. Mereka nantinya akan dijual untuk dijadikan pekerja seks, dengan modus awal ditawari bekerja di restoran dan lainnya,” paparnya.

 

Tingginya angka trafficking disebabkan oleh minimnya pengetahuan, kondisi psikologis yang labil serta banyaknya usia pelajar yang lebih mementingkan gaya hidup.

 

“Karenanya mereka mudah termakan iming-iming pelaku. Biasanya didukung pula kondisi mereka yang kekurangan, karena latar belakang keluarga tidak mampu. Begitu tawaran pekerjaan layak dan gaji besar, tanpa pikir panjang mereka pun akhirnya tergoda,” paparnya.

 

Pilot project penanganan antisipasi trafficking oleh Yayasan Mentari tentunya disambut baik pihaknya. Diharapkan dengan pembinaan intens dari banyak pihak bisa mengantisipasi terjadinya kasus trafficking.

 

“Nanti mereka akan melakukan sosialisasi ke desa, kecamatan dan utamanya ke lembaga sekolah mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA di Cianjur. Sosialisasi ini terkait dengan informasi trafficking, mulai pengertian, modus-modus yang biasa dilakukan pelaku hingga cara penanggulangannya,” jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua Yayasan Mentari Shandra Woworuntu, terkait dengan rencananya tersebut, pihaknya mengaku menjadi pelajar sebagai sasaran utama. Pasalnya, usia pelajar seringkali menjadi target para pelaku trafficking.

 

“Meski begitu, kita akan mensosialisasikan ke orang tua dan masyarakat. Karena dukungan dari lingkungan sekitar juga akan mengurangi potensi terjadinya trafficking. Dengan banyak tahu dan mereka mengerti soal pencegahan terjadinya trafficking, diharapkan kasusnya makin turun. Kita juga ingin menekankan, terutama kepada orang tua, faktor ekonomi jangan dijadikan alasan yang nantinya bisa merugikan anak juga diri sendiri,” paparnya.

 

Terpisah, Guru SMAN 1 Cianjur Ai Siti Komariah mengaku menyambut baik rencana tersebut. Dirinya berharap, sosialisasi tersebut dapat segera direalisasikan.

 

“Sekolah pasti support. Kita harapkan dengan ini, masyarakat terutama pelajar makin mengerti soal trafficking dan ikut mencegahnya,” tandasnya. (zul)

Komentar