Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 07:37

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ekonomi bisnis

KHS Mendapat Pengghargaan Klinik Terbaik se-Jawa Barat

Oleh: Advertorial - Rabu 09 Agustus 2017 | 16:52 WIB

KHS Mendapat Pengghargaan Klinik Terbaik se-Jawa Barat

Foto: Rizky/BC

*Bulan Oktober, Mewakili Jabar Seleksi Klinik Terbaik se-Indonesia.

 

TAHUN 2017 ini nampaknya menjadi tahun kejayaan dan kesuksesan bagi Klinik Harapan Sehat (KHS). Betapa tidak klinik yang beralamat di Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur ini mendapatkan penghargaan dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar), sebagai klinik terbaik.

 

Tak hanya sampai disitu, bulan Oktober 2017 rencananya KHS akan mewakiliki Jabar untuk seleksi sebagai klinik terbaik di Indonesia. Penghargaan nantinya akan diserahkan oleh Mentri Kesehatan melalui tropi Kementrian Kesehatan.

 

“Alhamdulillah, di usia klinik kami yang melewati 9 tahun ini, setelah sebelumnya dinobatkan sebagai klinik terbaik di Cianjur, kemudian menjadi klinik terbaik di Jawa Barat. Pada bulan Oktober nanti kami dipercaya untuk mewakili Jawa Barat di seleksi klinik terbaik se-Indonesia,” papar dr. Yusuf Nugraha, Direktur KHS kepada "BC", Senin (8/8/2017).

 

Disinggung terkait formula kenapa klinik ini bisa menjadi yang terbaik, dr. Yusuf menjelaskan bahwa dirinya secara masif mengkampanyekan 5 program unggulan KHS. Brangkat dari 5 program unggulan yang didedikasikan oleh dr. Yusuf ini, menjadikan KHS mendapat berbagai penghargaan.

 

Pertama, KHS fokus pada sektor kesehatan, dimana bagi pasien yang tidak mampu akan mendapatkan pelayanan dan pengobatan gratis di KHS. Kedua KHS aktif mengkampanyekan bahaya pemanasan global ke masyarakat. Wujud nyatanya, guna mengurangi sampah plastik yang mengakibatkan ‘global warming’ ini, KHS menawarkan solusi gratis berobat hanya dengan membawa 10 botol plastik, untuk ditukarkan dengan voucher di lokasi yang ditetapkan KHS.

 

Uniknya, masih dalam rangka menekan bahaya pemanasan global, KHS memberikan dompet khusus bagi setiap pasiennya. Dimana dompet tersebut disubstitusikan sebagai pengganti plastik obat. Bagi pasien umum yang berobat dengan dompet itu, mendapatkan fasilitas diskon senilai 5%.

 

Program ketiga, KHS secara rutin setiap bulannya membagikan makanan bagi tuna wisma dan kaum fakir miskin di Cianjur. Secara selektif, KHS melaksanakan kegiatan ini selalu di malam hari. Mengingat banyak fakir miskin fiktif yang sebenarnya mampu, jika kegiatan dilaksanakan di siang hari.

 

Bekerjasama dengan beberapa pihak, program keempat KHS adalah ‘Bedah Kampung’. Giat ini terbagi menjadi beberapa tahapan. Pertama kampung yang akan direnovasi diseleksi terlebih dahulu. Kemudian, direnovasi dan diadakan kegiatan pengobatan gratis rutin setiap bulannya.

 

Memerangi bahaya penyalahgunaan narkoba dan seks bebas, menjadi tanggungjawab semua pihak, karenanya advokasi 2 hal tersebut menjadi program kelima yang diusung oleh KHS. Fantastisnya, KHS sudah melangsungkan kegiatan ini ke seluruh sekolahan yang ada di Kabupaten Cianjur. Bahkan, KHS membentuk Duta Anti Narkoba dan Duta Anti Seks Bebas.

 

“Kami persembahkan klinik ini untuk membantu masyarakat yang tidak mampu, bagi yang mampu mekanismenya berjalan normal. Didukung atau tidak didukung oleh pemerintah, 5 program kami akan terus berjalan. Karena saya sudah siapkan anggaran khusus hampir Rp 500 juta pertahunnya untuk menjalankan bakti sosial ini,” pungkas dokter yang mendedikasikan hidupnya untuk kesehatan masyarakat ini. (*)

Komentar