Selasa, 24 Oktober 2017 - Pukul 00:02

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

edukasi

Bangkitkan Jiwa Wirausaha Para Pelajar Sedini Mungkin!

Oleh: Susi Susilawati - Jumat 04 September 2015 | 11:50 WIB

Bangkitkan Jiwa Wirausaha Para Pelajar Sedini Mungkin!

net

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR – Sedini mungkin para pelajar saat ini, perlu dimotivasi untuk mampu berwirausaha, dari pada menunggu Job Fair atau bursa lowongan pekerjaan yang diadakan oleh sebuah lembaga atau perusahaan. Hal tersebut dilakukan agar pelajar mempunyai pola pikir mandiri dan bermental wirausaha.

 

“Tidak semua anak mendapatkan kesempatan yang sama. Dari enam kali dalam satu tahun pelaksanaan job fair yang peserta dapat mencapai 600 bahkan lebih. Pada setiap pelaksanaannya, untuk ke sebuah perusahaan standar yang akan diterima sekitar 200 sampai 300 orang dengan kategori sesuai standar permintaan perusahaan dan telah lulus cek pemberkasan dan duplikasi data baru pelaksanaan psikotes,” terang Cep Yudi Hamdani, Kepala Bursa Kerja Khusus kepada “BC”, Kamis (3/9).

 

Standar peserta yang diminta akan ditempatkan di daerah Jobetabek, sehingga fisik dan mental harus bisa diperhatikan. Meskipun gaji besar, namun tidak akan menentukan segalanya sehingga bakat dan kemampuan siswa ini perlu diwadahi sekolah.

 

“Keterbatasan bursa kerja, hendaknya sekolah mampu memfasilitasi siswa dengan adanya keterampilan wirausaha siswa diajarkan untuk berjualan atau mencari peluang yang bisa ia manfaatkan dengan kemampuannya menjadi penjual jasa keterampilan,” terangnya.

 

Selain itu, bursa kerja di daerah sendiripun ada. Untuk di Cianjur sementara ini masih ditangani langsung dari mulai pelaksanaan pengrekrutan oleh BKK Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur.

 

“Perusahaan atau lowongan pekerjan di Cianjur kan masih terbatas, paling jika pabrik-pabrik sekarang mulai bermunculan setidaknya bisa menyerap tenaga kerja baru hingga mengurangi angka pengganguran,” ujarnya.

 

Jika pelaksanaan dilakukan secara legal atau sah mereka pun diberikan keamanan atau kenyamanan untuk bisa mengikuti bursa kerja. Baik diadakan di daerah Jobetabek bahkan di luar negeri.

 

Sementara itu, dikatakan wakil kepala (Waka) Humas SMK Hass Ashabulyamin Cianjur, Sri Mulyati pengadaan bursa kerja ini sangat penting untuk dilakukan. Pasalnya setelah anak lulus di sekolah bisa langsung didistribusikan ke dunia industri.

 

“Sekolah sudah melakukan kerjasama dengan perusahan hendaknya meminimalisir tindakan penyuapan yang bisa dilakukan oknum tertentu,” terangnya.

 

Pihaknya mengakui jika bursa yang diadakan secara serempak yang dilakukan bukan hanya di sekolah pun menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Kiranya pemberian pengumuman lowongan pekerjaan harus terbuka.

 

“Bekera di perusahaan orang lain tentu bukan satu-satunya pilihan. Kami selalu menekankan jika mereka sudah memiliki cukup ilmu dan modal hendaknya bisa mendirikan usaha sendiri menjadi pelaku wirausaha,” tandasnya. (usi)

Komentar