Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 01:30

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Wabup Desak Kasus Pungli Dituntaskan!

Oleh: Angga purwanda - Kamis 10 Agustus 2017 | 09:45 WIB

Wabup Desak Kasus Pungli Dituntaskan!

Angga purwanda

BERITACIANJUR.COM- PEMKAB Cianjur mendorong Tim Saber Pungli dan Polres Cianjur untuk menuntaskan kasus pungutan liar dana sertifikasi guru yang terjadi di Kecamatan Ciranjang. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, saat ditemui wartawan, Rabu (9/8/2017).

 


 Herman menyebutkan, upaya tersebut untuk memberikan efek jera kepada para pelaku sehingga diharapkan tidak ada lagi terjadi praktek-praktek pungli di lingkungan Pemkab Cianjur, khsususnya Dinas Pendidikan (Disdik) Cianjur.

 


“Ini cukup mencoreng dunia pendidikan, dan kami ingin kasus ini tuntas. Saya sangat setuju dengan berbagai upaya kepolisian dalam menegakan hukum,” kata Herman.

 


Menurutnya, Pemkab Cianjur sedang berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai cara. Sebab itu, kasus pungli harus hilang dari lingkungan pendidikan, utamanya pada para guru yang membutuhkan kesejahteraan.

 


Herman juga menekankan pada guru untuk melaporkan kepada Tim Saber Pungli atau kepolisian. Apalagi dalam waktu dekat para guru honorer juga mendapatkan tunjangan dari pemerintah daerah untuk kesejahteraan.

 


“Jangan takut segera laporkan, apapun alasannya jangan ada lagi potongan dalam bentuk apapun," kata orang nomor dua di Kabupaten Cianjur itu.

 


Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Cianjur, Jum’ati, menegaskan, pihaknya siap memberikan kesaksian jika dibutuhkan terkait dana organisasi. Hal tersebut, masih berkaitan dengan pungutan liar yang melibatkan sejumlah unsur PGRI di Kecamatan Ciranjang.

 


“Seluruh ketentuan organisasi ada di dalam AD/ART, tetapi kami siap jika kepolisian membutuhkan kesaksian terkait penanganan kasus ini. Sebab, ini harus diluruskan, jika memang terbukti kami serahkan ke hukum,” tegas Jum’ati.

 


Jum’ati menyebutkan, seluruh sumber dana di PGRI pun merupakan hasil musyawarah dan bukan merupakan paksaan. Pengumpulan dana, sambung Jum’ati merupakan iuran yang diberikan anggota dengan besaran Rp 5 ribu per bulannya. Selain itu, dipastikan organisasi tidak mengandalkan pengumpulan dana dari pihak lain.

 


“Setiap kecamatan memiliki anggaran dan kebutuhan masing-masing disertai draf musyawarah yang ditembuskan pada tingkat kabupaten. Sebab itu, sumber pendanaan pun akhirnya diserahkan kepada masing-masing pihak kecamatan,” ucapnya.

Komentar