Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 01:30

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Meredupnya Aksara Sunda di Kota Santri

Oleh: Wawan - Kamis 10 Agustus 2017 | 09:45 WIB

Meredupnya Aksara Sunda di Kota Santri

Net

BERITACIANJUR.COM- Meski sempat menjadi perhatian berbagai pihak, kini Aksara Sunda di Kota Santri seakan kembali tenggelam. Padahal, keberadaan Aksara Sunda telah dinaungi peraturan dalam pelestariannya. Salah satunya, Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah.

 


Salah seorang anggota Komunitas Pecinta Aksara Sunda, Kabupaten Cianjur, Irga Merdika, mengatakan, sudah selayaknya, sebagai orang Sunda untuk melestarikannya. Terutama kepada generasi muda, uyang notabene akan menjadi calon-calon pemimpin kedepannya.

 


“Aksara Sunda seperti tenggelam, padahal itu termasuk budaya Sunda yang wajib dilestarikan,” kata Irga saat ditemui dirumahnya, di Kampung Sukasari, Desa/Kecamatan Ciranjang, Rabu (9/8/2017).

 


Menurut Irga, kurangnya kegiatan yang bertemakan Aksara Sunda, menjadi salah satu penyebab berkurangnya minat mempelajarinya. seakan kurang memberikan dukungan dalam pengembangannya.
“Perlu peran aktif berbagai pihak terkait, guna melestarikan Aksara Sunda. Salah satu contohnya, mewajibkan pelajaran Aksara Sunda sebagai muatan lokal,” ujar Irga.

 


Terpisah, menanggapi redupnya gaung Aksara Sunda di Kota Santri, Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi menuturkan, pemkab Cianjur sampai saat ini, telah mengupayakan dan mempertahankan kebudayaan asli Sunda itu.

 


“Jelas sekali aksara Sunda merupakan kebudayaan asli Jawa Barat, milik orang Sunda, jelas harus dilestarikan,” tuitur Sobandi.

Komentar