Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 01:31

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Jasad Wasid Ditemukan Tersangkut di Akar Pohon

Oleh: Angga purwanda - Jumat 11 Agustus 2017 | 09:45 WIB

Jasad Wasid Ditemukan Tersangkut di Akar Pohon

Angga purwanda

BERITACIANJUR.COM- SETELAH dua hari pencarian jasad Wasid (55), warga Kampung Dago, Desa Sukamekar, Kecamatan Cibinong, yang tertimbun longsoran tebing pasir di Desa Kalapanunggal, Kecamatan Cikadu, berhasil ditemukan tim gabungan, Rabu (9/8/2017) sekitar pukul 16.45 WIB.

 


Jasad mandor proyek jalan desa itu, ditemukan terkubur lebih kurang 15 meter dari titik longsoran awal. Kapolsek Cibinong, AKP Cahyadi, mengatakan, jasad korban ditemukan tersangkut di akar pohon yang juga tergerus longsoran proyek jalan desa itu.

 


“Setelah berhasil ditemukan sekitar pukul 16.45 oleh tim gabungan dari Basarnas, BPBD Cianjur, dan TNI/Polri, jasad korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya di makamkan,” kata Cahyadi, saat dihubungi,wartawan, Kamis (10/8/2017).

 


Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, menyebutkan, jasad korban ditemukan 15 meter dari titik longsoran awal dengan kedalaman 1,5 meter setelah tim gabungan terjun melakukan pencarian.

 


Dijelaskan Sugeng, dalam musibah itu terdapat tiga orang korban, dua diantaranya berhasil diselamatkan meskipun mengalami luka yang cukup parah akibat tertimbun longsor.

 


Sementra, untuk jasad Wasid membutuhkan waktu dua hari untuk melakukan pencarian.“Tiga orang korban, dua dalam kondisi selamat. Sementara satu orang korban lainnya tewas tertimbun,” jelas Sugeng, kepada wartawan.

 


Sementara itu, Kepala Desa Kalapanunggal, M Sudikman, menyebutkan,  lokasi tersebut sudah sering mengalami longsor, bahkan pada 2015 lalu longsor membuat jalan penghubung antar desa tertutup hingga akhirnya menjadi jalan setapak. Sebab itu, pihak desa melakukan pembukaan kembali jalan tersebut.

 


“Lokasi ini (longsor,red) memang daerah rawan longsor. Kami sebelumnya juga sudah mewanti-wanti para pekerja agar lebih berhati-hati, tapi apa boleh buat bencana datang,” kata Sudikman.

 


Sudikman menyebutkan, proyek pengerjaan jalan desa itu sudah berjalan dua hari, hingga di hari kedua musibah tanah longsor terjadi dan menyebabkan sejumlah pekerja menajdi korban.

 


“Saat kejadian cuaca cukup cerah, tidak ada hujan. Bahkan dari 400 meter pekerjaan, hampir setengahnya sudah selesai. Tapi musibah longsor datang, semoga proses pencarian korban ini dapat segera selesai,” ucapnya.

 


Sudikman menambahkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan camat dan DPMD terkait kelanjutkan normalisasi jalan tersebut. Bagi para korban pun bakal diupayakan santunan.
“Untuk para korban akan kami upayakan santuan. Selain itu kami juga akan berkoordinasi tekait kelnjutan proyek jalan penghubung desa ini,” katanya.

Komentar