Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 07:37

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Barjas Bantah Adanya Lelang Proyek Fiktif

Oleh: Rustandi/Wawan - Jumat 11 Agustus 2017 | 07:05 WIB

Barjas Bantah Adanya Lelang Proyek Fiktif

Foto: Angga Purwanda/bc

BERITACIANJUR.COM - KEPALA Bagian Barang dan Jasa Sekeretariat Daerah Kabupaten Cianjur, melalui Kepala Subagian Jatnika Yusep, membantah adanya lelang proyek fiktif.  Menurut Jatnika, semua proyek yang dilaksanakan sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan di masing-masing OPD.


 
“Tidak ada lelang fiktif, semua sesuai dengan aturan yang berlaku. Jadi semua tender yang dilaksanakan melalui barang dan jasa, telah sesuai aturan. Tidak ada itu namanya lelang fiktif,” kata Jatnika kepada Berita Cianjur, saat dikonfirmasi terkait sinyalemen sejumlah masalah dalam proyek di Dinas PUPR Cianjur.


 
Terkait masalah seringnya website LPSE Kabupaten Cianjur bermasalah saat rekanan akan memasukkan penawaran, Jatnika menyebut, permasalahan itu bukan ranah Bagian Barang dan Jasa. Masalah website LPSE merupakan tugasnya Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Cianjur.


 
Lebih luasnya soal lelang gagal, dijelaskan Jatnika, akan terus dilakukan pengulangan, jika terbukti calon pemenang lelang bermasalah. Temuan itu diketahui dalam tahap verifikasi calon pemenang, terhadap kelengkapan administrasi lelang dan perusahaannya. “Lelang ulang kan bisa dilakukan berkal-kali, tanpa batasan waktu dan pengulangan, sampai lelang proyek sesuai dengan aturan,” bebernya.


 
Didesak adanya dokumen lelang made in oknum Dinas PUPR diduga berinisial D, Jatnika enggan berkomentar banyak. Namun apapun dokumen lelang yang masuk ke Barjas, tidak akan melihat latar belakang proses pembuatannya. “Soal oknum itu, silahkan saja tanyakan ke dinas terkait,” pungkasnya.


 
Diberitakan sebelumnya, isu miring seputar proyek pemerintah, memang tidak pernah berhenti. Berbagai indikasi dan kecurigaan terus mengiringi jalannya proyek yang dilaksanakan di sejumlah OPD. Sejumlah tudingan kerap diterima pelaksana lelang, baik di lingkaran dinas pemilik kegiatan, maupun Bagian Barang dan Jasa.

 

Salah satu yang mencuat ke permukaan, adanya jual beli jasa pembuatan dokumen lelang, yang dilakukan oknum dinas tertentu untuk kepentingan rekanan. Tak ayal, beberapa rekanan yang merasa dirugikan, angkat bicara agar jasa ilegal pembuatan dokumen ini bisa dihentikan. Selain merugikan, jasa pembuatan dokumen dianggap telah mencederai nilai persaingan usaha antara rekanan dalam sebuah lelang proyek.

 

WK, salah seorang rekanan yang namanya minta diinisialkan, mengaku kecewa saat kekalahannya dalam tender proyek, diakibatkan tidak masuknya penawaran harga yang ditawarkan. Kekecewaan memuncak setelah mengetahui dokumen lelang  pemenang di Dinas PUPR, memakai jasa oknum dinas.

 

“Meski tidak menjamin menang, namun dokumen yang dibuat oknum dinas ini setidaknya mendekati sempurna, karena oknum tahu persis angka-angka penawaran yang memenuhi standar kriteria pemenang tender,” kata WK.

 

WK mengonfirmasikan, jasa pembuatan dokumen lelang oleh oknum dinas memang sudah lama terjadi, bahkan seakan jadi lumrah. Rekanan cukup menyerahkan data perusahaan ditambah beberapa lembar kop surat perusahaan kosong, untuk kepentingan kerja oknum dalam membuat dokumen lelang.

 

Lebih jauh disebutkannya, jasa pembuatan dokumen lelang ini bukan rahasia lagi. Biasanya dokumen lelang, dibanderol Rp1-2 juta untuk satu proyek. Harga itu dianggap pantas, dibanding jika rekanan harus bekerja sendiri. Apalagi harga penawaran yang dibuat dalam dokumen lelang, sedikitnya dapat memenuhi harapan untuk menang. (*)

Komentar