Selasa, 22 Agustus 2017 - Pukul 04:42

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

OKNUM DINAS PUPR MAIN MATA?

Oleh: Rustandi - Jumat 11 Agustus 2017 | 07:00 WIB

OKNUM DINAS PUPR MAIN MATA?

karikatur: Nandang s/bc

**Tender Proyek Disinyalir Dikondisikan Panitia dan Barjas
 

BERITACIANJUR.COM - GADUH, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Cianjur, tengah menjadi sorotan. Hal ini terkait dengan sejumlah indikasi kecurangan tender proyek. Benarkah?

 

Ya, dinas yang mengelola anggaran belanja daerah paling tinggi ini, dituding ikut mengondisikan sejumlah proyek untuk kepentingan rekanan. Beberapa lembaga gerakan massa, sempat menuding ada oknum petugas Dinas PUPR berinisial D, main mata dengan rekanan.

 

Tindakan oknum yang dianggap tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 31/PRT/M/2015, tentang standar dan pedoman pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultasi, telah merugikan banyak pihak terutama rekanan yang bergelut di bidang jasa penyedia barang dan jasa (barjas).

 

Sejumlah lembaga yang selama ini dikenal, kencang berteriak soal tudingan itu. Mereka mengungkap oknum yang bekerja di Dinas PUPR, dengan leluasa memainkan perannya guna memenangkan salah satu rekanan dalam sebuah tender tertentu.

 

Modus yang selama ini tercium, yakni membuat dokumen lelang perusahaan rekanan, termasuk berkoordinasi dengan pihak bagian barang dan jasa, dalam mengatur mekanisme penayangan sejumlah pengumuman secara online.

 

Ketua Forum Pemantau dan Pengawas Jasa Kontruksi (FP2JK), Saeful Nazar, beberapa kali mengeluarkan statement yang menduga kuat adanya oknum Dinas PUPR, yang bermain dalam lelang tertentu. Aktivis yang selama ini getol mengawasi kegiatan proyek di Cianjur itu, mengaku kecewa akibat sikap acuh yang diperlihatkan pejabat di Kabupaten Cianjur.

 

“Sepertinya bukan rahasia lagi, karena semua rekanan pasti sudah hapal. Bahkan tidak hanya rekanan, banyak kalangan juga tahu dengan kondisi seperti ini. Tapi ya itu, temuan dan sejumlah kecurigaan, sepertinya jadi angin lalu, karena hingga saat ini oknum itu masih bercokol,” tandas Nazar beberapa waktu lalu saat ditemui di komplek Dinas PU-PR.

 

Sementara itu, berdasarkan temuan Redaksi Harian Umum Berita Cianjur, dua kegiatan yang sama bahkan dengan anggaran serupa namun beda lokasi, terjadi di lelang proyek belum lama ini. Bahkan saat ini masih proses. Anehnya, meski waktu tender berbeda, namun klasifikasi paketnya sama persis.

 

Diduga, ini terjadi karena panitia dan barjas berusaha memenangkan rekanan dalam proyek itu. Kasarnya, bisa jadi satu paket dengan ID tertentu, merupakan kegiatan fiktif untuk menampung rekanan.

 

Paket lainnya dengan kode lelang berbeda tapi isi sama, disiapkan untuk memenuhi kepentingan rekanan, sehingga tidak bisa diakses banyak pihak. Sayang, kemudian paket dengan nilai anggaran sebesar Rp 6 miliar tetap tercium dan kini menjadi kisruh

 

Seperti diketahui publik, pada rapat kerja antara Komisi I DPRD dan Bagian Barjas, Juni lalu, beberapa pertanyaan tajam dilontarkan sejumlah anggota Komisi I. Namun meski dipertanyakan, pejabat Barjas yang hadir saat itu malah seperti balelol karena menjawab tidak sesuai substansi.

 

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur, Muhammad Isnaeni menduga kuat, terjadinya kegaduhan dalam proses pelaksanaan lelang ini, karena ada yang tidak beres. Banyak pengaduan dari beberapa LSM, warga, dan kontraktor kepada dewan soal tidak sehatnya tender.

 

“Jadi banyak dugaan bahwa tender ini dikendalikan oleh oknum pejabat tinggi atau adanya persekongkolan,”  katanya

 

Sayang, saat adanya permasalahan oknum Dinas PUPR berinisial D, yang diduga bermain dalam pengodisian lelang tertentu, Kepala Dinas PU-PR Dedi Supriyadi dan Sekrtetaris Dinas Cep Rahmat Fadiana, tidak bisa ditemui untuk dimintai konfirmasinya. Dikatakan seorang security dinas, kedua pejabat dinas itu sedang tugas luar kota. (*)

Komentar