Minggu, 25 Juni 2017 - Pukul 14:06

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Pembangunan Pabrik di Desa Cibiuk, Ancam Sistem Irigasi

Oleh: Apip Samlawi - Jumat 04 September 2015 | 12:00 WIB

Pembangunan Pabrik di Desa Cibiuk, Ancam Sistem Irigasi

ilustrasi

BERITACIANJUR.COM, CIRANJANG – Rencana pembangunan pabrik diareal lahan pesawahan di Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, sangat berdampak pada sistem pertanian. Keberadaan aliran irigasi sekunder yang sudah sejak lama ada kini terancam dibongkar setelah saluran irigasi masuk dalam zona area pabrik.

 

Rencana pembangunan pabrik diatas lahan puluhan hektar ini, mulai berdampak pada sistem pertanian. Terutama untuk sistem pengairan sawah yang ada di Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang. Saat ini saluran irigasi sekunder yang memasok air pesawahan desa, terancam akan dibongkar, setelah salurannya masuk zona areal pabrik.

 

Saat ini pihak pengusaha dan dinas PSDAP Kabupaten Cianjur, mulai melakukan pengukuran saluran irigasi tersebut, yang rencananya akan dibongkar dan dipindahkan, dengan tujuan agar saluran irigasi ini tidak masuk dalam lingkungan pabrik.

 

Dikatakan H. Syukur, sebagai pihak pengusaha, menjelaskan, pengukuran aliran irigasi tersebut, tiada lain untuk memohon pada pihak pemerintah Pemkab Cianjur, Pemprov Jawa Barat, dan pemerintah pusat, bahwa saluran irigasi sekunder yang membentang di Kampung Pasir manggah Rt02/07, Desa Cibiuk akan dipindahkan dengan posisi diluruskan, karena posisi saat ini saluran irigasi membelok ke lahan yang akan dijadikan bangunan pabrik.

 

"Proses permohonan tersebut akan dilakukan pihak pengusaha langsung melalui Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS) Provinsi Jawa Barat, tapi kalau tidak diindahkan permohonan ini oleh pihak yang berwenang, maka pihak pengusaha akan melaksanakan pembangunan pabrik," ucapnya.

 

Sementara itu, Ridwan Latif, yang merupakan perwakilan pihak dinas PSDAP Kabupaten Cianjur, menjelaskan, kalau menurut logika bahwa saluran irigasi sekunder ini harus dipindahkan, karena masa ada saluran irigasi ada di dalam lokasi bangunan pabrik, tapi  pemindahan lokasi saluran air tersebut bukan kewenangan PSDAP Kabupaten Cianjur, melainkan kewenangan kementrian pekerjaan umum.

 

Sedangkan untuk pengajuan permohonan perpindahan saluran irigasi tidak akan dilakukan pihak PSDAP, tapi harus dilaksanakan langsung pihak pengembang dan PSDAP bukanlah sebagai fasilitatator. Pihak PSDAP juga mengakui kedatangan mereka ke lokasi irigasi dengan melakukan pengukuran tiada lain untuk mengamankan masyarakat dan mengamankan aset pemerintah pusat, dengan tujuan lebih proaktif pada masyarakat dan para petani Desa Cibiuk.

 

"Supaya para petani yang  memiliki sawah dibagian hilir maupun yang berlokasi dibagian tengah tiap musimnya tetap kebagian air yang nantinya tidak terjadi maslah. Saya datang kelokasi mengukur saluran irigasi tiada lain untuk mengamankan aset pemerintah dan mengamankan masyarakat Desa Cibiuk supaya tidak terjadi masalah dikemudian hari,” pungkasnya. (day)

Komentar