Selasa, 26 September 2017 - Pukul 01:44

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

6000 Gugatan Cerai Didominasi Perempuan

Oleh: Angga purwanda - Senin 21 Agustus 2017 | 09:45 WIB

6000 Gugatan Cerai Didominasi Perempuan

Net

BERITACIANJUR.COM- ANGKA perceraian di Kabupaten Cianjur setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Satu diantara penyebab perceraian itu adalah faktor ekonomi yang berujung pada terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

 


Hal itu, diungkapkan Humas  Pengadilan Agama (PA) Cianjur,Atin Dariah,  saat ditemui wartawan, belum lama ini.

 


Atin menyebutkan, pada periode Januari hingga Juli 2017 gugatan cerai yang masuk ke PA Cianjur sebanyak 6000 perkara. Sebagian besar terjadinya gugatan itu, dikatakan Atin, karena faktor ekonomi yang berujung tejadinya KDRT.

 


Dari jumlah perkara yang diterima itu, Atin menuturkan, sebanyak 2500 perkara sudah dikabulkan pihak PA Cianjur. “Dari jumlah tersebut, sebagian besar penggugat merupakan pihak perempuan dengan usia antara 25 tahun hingga 40 tahun. Faktor ekonomi menjadi pemyebab gugatan, sekitar 2500 gugatan yang telah dikabulkan,” jelas Atin.

 


Jumlah pemohon gugatan cerai  itu, Atin mengatakan mengalami kenaikan sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya. “Cukup fantastis, sebab kenaikannya tinggi. Padahal ini baru memasuki tengah tahun,” katanya.

 


Atin menambahkan, PA Cianjur menyediakan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) bagi pemohon yang membutuhkan bantuan atau pendampingan kusasa hukum dalam memproses perkaranya. “Ini (Posbakum, red) merupakan layanan yang diberikan untuk mendapatkan pendampingan,” ucapnya.

 


Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, Moch Ginanjar, mengatakan, meningkatnya jumlah gugatan cerai di PA Cianjur berdampak juga pada tingginya masyarakat yang melakukan perubahan status perkawinan dalam data Kartu Kelurga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

 


Meskipun, diungkapkan Ginanjar, pihaknya sering menemukan adanya pemohon perubahan status perkawinan tanpa dilengkapi dengan akta cerai dari PA. “Jumlahnya meningkat juga, untuk pemohon yang tidak dilengkapi dengan akta cerai tentunya tidak akan kami layani,” ungkap Ginanjar.

 


Ginanjar mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan PA Cianjur untuk mengetahui kendala yang menyebabkan masih adanya masyarakat yang tidak memiliki akta perceraian. “Jelas penting, sebab ini merupakan dokumen kependudukan yang sangat penting bagi masyarakat,” katanya.

Komentar