Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 07:40

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ekonomi bisnis

Kenaikan Cukai Rokok Tidak Selalu Berdampak

Oleh: Yadi Haryadi - Jumat 04 September 2015 | 17:00 WIB

Kenaikan Cukai Rokok Tidak Selalu Berdampak

net

BERITACIANJUR.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, bahwa kenaikan cukai rokok sebesar 23% yang tercantum dalam RAPBN 2016 tidak selalu berdampak pada kenaikan tarif rokok.

 

Diketahui sebelumnya, pemerintah Indonesia menargetkan pendapatan cukai yang dikenakan meningkat dari Rp138,9 triliun menjadi Rp155 triliun pada 2016. "Kita harus menghitung, kenaikan nominal tidak selalu ke tarif (cukai). Bisa ada optimaliasasi hasil pendanaan, 23% itu hitungan teman-teman dari asosiai," kata Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi di Jakarta, Kamis (3/9).

 

Menurutnya, nominal kenaikan bukan dikonversi satu-satunya lewat tarif. Untuk itu, pihaknya akan terus menggodok kenaikan ini dan mencegah adanya pasar rokok ilegal. "Sekarang kita coba evaluasi terus menerus, Bea Cukai setiap saat ini sedang sekuat tenaga melakukan operasi pasar yang ilegal itu," jelas dia. (day)

Komentar